POJOKSATU.id - Motif mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian oleh Waliyin (29) dan RD (38) sedikit demi sedikit mulai terungkap.

Meski masih belum sepenuhnya dibuka penyidik Diterskrimum Polda DIJ, tapi sudah mulai ada titik terang.

Lalu apa sebenarnya motif mutilasi mahasiswa UMY itu?

Baca Juga: Durian Baret

Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi mengungkap, antara kedua pelaku dan korban sudah saling kenal.

Perkenalan pelaku dengan korban disebut Endriadi terjadi karena ketiganya tergabung dalam sebuah komunitas.

Komunitas itu sendiri juga disebut melakukan aktivitas yang tidak wajar.

Baca Juga: KA Brantas Kecelakaan di Semarang Berisi 626 Penumpang, Rem Mendadak Penumpang Kejedut

Pertemuan antara Redho Tri Agustian dengan Waliyin dan RD terjadi setelah ketiganya melakukan komunikasi.

Setelah bertemu, Endriadi menyebut ketiganya melakukan aktivitas yang tidak wajar.

Sayangnya, Endriadi sama sekali tidak menjelaskan secar rinci 'aktivitas tidak wajar' yang dimaksudnya.

Baca Juga: Mengaku Cocok, Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko Pertemuan Tertutup 2 Jam dengan Prabowo

Hanya saja dia menyebut bahwa aktivitas itu berhubungan dengan kekerasan.

"Nanti masih kami lakukan pendalaman selanjutnya akan disampaikan kembali," kata Endriadi, Selasa 18 Juli 2023.

Dari aktivitas yang tidak wajar itu, korban akhirnya meningal dunia.

Baca Juga: Jadwal Korea Open 2023 Hari Ini 19 Juli: 5 Wakil Indonesia Unjuk Gigi

Hal itu sama sekali tidak diprediksi oleh kedua pelaku.

Akibatnya, Waliyin dan RD pun panik ketika mendapati Redho meninggal dunia.

Saat panik dan ketakutan itulah, kedua pelaku berusaha untuk menghilangkan jejak.

Baca Juga: Ini Hasil Visum Tiara Maharani Usai Dianiaya Budyanto Djauhari yang dalam Pengaruh Sabu

"Mereka (korban dan pelaku) melakukan kegiatan berupa kekerasan satu sama lain dan terjadi berlebihan, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," katanya

 

Dikuliti dan Direbus

Karena tidak ingin kematian korban diketahui sekaligus menghilangkan jejak, kedua pelaku memutuskan memotong-motong korban.

Pada saat itulah Waliyin dan RD memutilasi mahasiswa UMY tersebut.

Baca Juga: Gabung Bayern Munich, Kim Minjae Janjikan Banyak Trofi

Mutilasi yang dilakukan keduanya dengan cara memotong kepala, pergelangan tangan, dan kaki.

Kemudian memotong bagian tubuh dan menguliti korban.

Hal itu diakukan Waliyin dan RD dengan maksud untuk menghilangkan atau mengaburkan identitas korban.

Baca Juga: Usai Bocorkan Video Jimin dan Jungkook di AS, Perusahaan dan Kapten Kapal Pesiar Hapus Akun Media Sosial

"Untuk menghilangkan jejaknya. Pergelangan tangan dan pergelangan kaki, pelaku merebusnya untuk menghilangkan sidik jarinya," beber Endriadi.

Sementara, Wadirreskrimsus Polda DIJ, AKBP Tri Panungko meminta publik agar bersabar.

Masyarakat juga diminta tidak membuat spekulasi atau asumsi yang malah akan menambah buram penanganan kasus ini.

Baca Juga: Begini Penjelasan PT KAI Usai Kecelakaan KA Brantas vs Truk Trailer di Semarang

Justru spekulasi dan asumsi itu nantinya malah hanya akan memunculkan informasi rancu di tengah masyarakat.

Sampai saat ini, kata Tr, penyidik masih terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku.

Untuk menangani kasus ini, penyidikan dilakukan secara scientific investigation atau dikenal dengan investigasi dengan keilmuan.

Baca Juga: Daftar Pemain Top Dunia Pindah ke Liga Arab Saudi, Kompatriot Ronaldo Paling Mahal

Selain itu penyidik juga akan melakukan pemeriksaan psikologi forensik dan klinis terhadap Waliyin dan RD.

 

Kriminolog Soroti Pose-pose di Instagram

Diakui atau tidak, motif mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian yang masih belum sepenuhnya terbuka itu memang sudah memunculkan spekulasi dan asumsi liar.

Salah satunya adalah kemungkinan dan dugaan adanya hubungan sesama jenis.

Baca Juga: 10 Pemain Top Dunia Pindah ke Liga Arab Saudi, Al Hilal Paling Royal

Hal itu pula yang jadi spekulasi kriminolog dan ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel.

Reza menilai, mutilasi Sleman itu seakan membuka membuka tabir adanya dugaan cinta sesama jenis.

Hal itu dilihat dari rentetan kejadian yang dialami korban.

Baca Juga: Unggah Foto Lawas, Sule Singgung Soal Nafkah Anak. Ternyata Begini Perjalanan Kariernya

Terlebih dari penemuan potongan-potongan tubuh korban yang ditemukan di lima titik di Sleman.

Temuan pertama di area aliran Sungai Bedog, Jembatan Kelor, Kecamatan Turi, Sleman, pada Rabu 12 Juli 2023, malam

Yang ditemukan, yaitu bagian tubuh manusia berupa tangan dan dua potong kaki.

Baca Juga: Rendy Kjaernett dan Lady Nayoan Jalani Sidang, Syahnaz Unggah Postingan Terima Kasih untuk Jeje Govinda

Selanjutnya pada Sabtu, 15 Juli 2023, temuan potongan tubuh lainnya yang diduga dari korban yang sama.

Potongan tubuh itu ditemukan di sungai Krasak, Gimberan, Merdikorejo, Tempel, Sleman.

"Saya merasa tak nyaman melihat pose-posenya di IG," kata Reza saat dihubungi Pojoksatu.id, Selasa 18 Juli 2023.

Baca Juga: Kereta Api Terbakar di Semarang Diiringi Suara 'Tahu Bulat Digoreng Dadakan'

Reza menduga, antara pelaku dan korban diduga terlibat hubungan asmara sesama jenis.

"Di mata saya dia gay. Mungkin dia diperkosa sesama gay," sebut Reza.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan itu masih sebatas spekulasi saja.

Baca Juga: Syahnaz Tetap Mesra dengan Jeje Govinda usai Mengaku Selingkuh, Begini Tanggapan Rendy Kjaernett

Karena itu, Reza enggan berkomentar lebih banyak dan lebih dalam terkait kasus mutilasi Sleman tersebut.

Demikian pula ketika ditanya tentang motif mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian.

Reza Indragiri menyatakan dirinya tidak mau mendahului.

Baca Juga: Dua Lansia di Medan Deli Jadi Korban Hipnotis, 5 Gram Cincin Emas Raib Dibawa Pria Tegap

Ada baiknya publik menunggu hasil penyelidikan polisi secara menyeluruh.

"No comment. No comment," singkatnya.***