POJOKSATU.id, BOGOR---Di momen HUT ke-81 RI, kisah menyedihkan justru datang dari Kabupaten Bogor, kabupaten tempat rumah pribadi Presiden Prabowo berlokasi atau Hambalang.

Seorang remaja putri di Cibinong yang masih berusia 12 tahun nekat mengakhiri hidup usai ayah ibunya menggadaikan HP-nya buat makan mereka sehari-hari.

Dan disebabkan Hp-nya ini belum bisa ditebus ayah ibunya, remaja putri ini pun memilih keputusan yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.

Sebelum ditemukan meninggal, korban sering meminta orang tuanya agar menebus HP yang digadaikan untuk keperluan mereka makan.

Baca Juga: Keabsahan Ijazah Bakal Calon Kades Karangsegar Dipersoalkan, Warga Ancam Tempuh Jalur Hukum

"Perihal penemuan orang meninggal diduga akibat gantung diri, jenis kelamin perempuan," kata Kapolsek Cibinong Kompol Jony Handoko dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

Jony mengatakan jasad korban ditemukan kakeknya yang sedang berkunjung ke rumah korban pada Selasa (18/8) siang sekitar pukul 12.30 WIB atau selang satu hari usai HUT RI ke-81.

Saat kejadian, di dalam rumah hanya ada korban dan adiknya yang berusia 4 tahun, sedangkan kedua ortunya sedang bekerja.

Baca Juga: Hasil Wakil Indonesia di Hari Ketiga Kejuaraan dunia BWF 2026: Siapa yang Sudah Lolos 16 Besar?

Kakek korban lalu masuk ke dalam rumah dan mendapati korban dalam keadaan tergantung dengan tali kain warna hitam putih.

Melihat tubuh cucunya tergantung, kakek korban mencoba menolong korban, tapi sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada ortu korban, ketua RW, hingga ke kepolisian. Polisi yang melakukan olah TKP, mendapati keterangan bahwa peristiwa ini diduga karena HP siswi SD itu digadaikan dan korban meminta untuk ditebus.

"Didapati keterangan dari saksi-saksi lainnya, yaitu salah satunya dari kedua orang tuanya korban, kalau HP milik korban sedang digadaikan oleh ibunya untuk menyambung hidup atau makan sehari-hari," kata Kompol Jony.

Namun HP yang digadaikan untuk makan itu belum dapat ditebus karena mereka belum punya cukup uang.

Korban sendiri sudah berkali-kali meminta kepada orangtuanya agar Hp itu segera ditebus.

Jony menyebutkan hasil pemeriksaan tidak didapat luka akibat kekerasan baik benda tajam maupun tumpul, dan penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan.

Pihak keluarga, kata Jony, menganggap kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak jasad korban diautopsi.***