POJOKSATU.id — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh akan menyambut kedatangan Sekretaris Jenderal International Trade Union Confederation (ITUC), Luc Triangle yang dijadwalkan tiba di Indonesia pada Senin, 10 November 2025.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi gerakan buruh nasional. Pasalnya, ITUC merupakan konfederasi serikat pekerja terbesar di dunia yang menaungi lebih dari 200 juta pekerja dari 160 negara, dengan kantor pusatnya berlokasi di Brussel, Belgia.
Diketahui, ITUC berdiri pada 1 November 2006 melalui penggabungan Konfederasi Serikat Pekerja Bebas Internasional (ICFTU) dan Federasi Pekerja Dunia (WCL).
Organisasi ini memiliki misi utama memperjuangkan dan melindungi hak-hak pekerja melalui kerja sama lintas negara, sekaligus mengusung nilai-nilai keadilan sosial, kesetaraan, dan solidaritas global.
Baca Juga: Healing atau Cuma Kabur? Hati-Hati, Bisa Jadi Belum Benar-Benar Pulih
Di Indonesia sendiri, terdapat tiga konfederasi besar yang menjadi bagian dari ITUC, yaitu KSPI yang dipimpin Said Iqbal, KSBSI di bawah kepemimpinan Elly Rosita Silaban, serta KSPSI yang dikomandoi Andi Gani Nena Wea.
Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar acara penyambutan resmi di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Perkantoran Pemda Bekasi.
“Sekitar 10 ribu buruh dari berbagai daerah akan hadir dalam kegiatan konsolidasi ini untuk menunjukkan semangat perjuangan dan solidaritas kaum pekerja Indonesia,” ujar Said Iqbal.
Ia menambahkan, dalam acara tersebut akan dibahas dua isu utama yang juga menjadi perhatian ITUC di tingkat global.
Pertama, HOSTUM — Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah, dengan tuntutan kenaikan upah minimum sebesar 8,5 hingga 10,5 persen.
Kedua, dorongan untuk segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan sebagai payung hukum baru yang lebih melindungi hak-hak buruh serta memperkuat prinsip kerja layak di Indonesia.
“Perjuangan ini bukan hanya milik buruh Indonesia, tetapi juga bagian dari agenda global ITUC untuk mendorong decent work, perlindungan sosial, dan keadilan bagi semua pekerja,” tegasnya.
Lebih lanjut, Said menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi di Bekasi juga menjadi ajang mempererat solidaritas internasional antara gerakan buruh Indonesia dan serikat pekerja dunia.
“Kehadiran Sekjen ITUC merupakan bentuk pengakuan terhadap perjuangan buruh di Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa buruh Indonesia bukan sekadar penerima kebijakan, tetapi bagian dari kekuatan global yang menuntut keadilan sosial,” pungkasnya.***




