POJOKSATU.id - Rencana pengadaan mobil dinas mewah untuk Gubernur Kalimantan Timur akhirnya resmi batal total.
Meskipun unit kendaraan tersebut sebenarnya sudah diserahterimakan sejak November 2025.
Keputusan mengejutkan ini menjadi sorotan luas.
Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon siap sukseskan Program Pemerintah Motis Angkutan Lebaran 2026
Karena mobil jenis Range Rover Autobiography PHEV dengan nilai pengadaan mencapai Rp 8,5 miliar itu ternyata tak pernah digunakan dan kini dipulangkan ke penyedia.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan langsung keputusan pembatalan tersebut melalui pesan resmi yang dipublikasikan pada akun isntagrammnya 2/3/2026.
Ia menegaskan bahwa pemerintah wajib peka terhadap dinamika publik, terlebih saat kebijakan menyangkut anggaran daerah.
Baca Juga: Cuma 3 Hari! Pemko Medan Resmi Buka Program Mudik Gratis 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya
"Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, kami ingin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan untuk membatalkan mobil dinas Gubernur yang sebelumnya direncanakan,"
tegasnya dikutip Pojoksatu.id dari instagram @h.rudymasud 2/3/2026
Dalam penjelasannya, Rudy menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar respons spontan, melainkan hasil evaluasi mendalam atas suara masyarakat.
"Keputusan ini kami ambil setelah mendengar dan mempertimbangkan secara serius aspirasi serta masukan positif masyarakat Kaltim.
Baca Juga: Jangan Pasrah! Ternyata Ada Jalur Rahasia Agar Nama Anda Masuk Daftar Penerima Bansos 2026!
"Kami menegaskan keputusan ini, insya Allah tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan, dan tugas-tugas pelayanan publik tetap berjalan optimal," lanjutnya.
Publik sempat ramai memperbincangkan pengadaan mobil ini lantaran dianggap tidak tepat di tengah kebutuhan efisiensi anggaran.
Sorotan media sosial membuat isu tersebut melebar, hingga memunculkan tekanan agar pemerintah meninjau ulang prioritas belanja daerah.
Rudy juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menegaskan fokus pemerintah tetap pada kepentingan publik.
Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon siap sukseskan Program Pemerintah Motis Angkutan Lebaran 2026
"Fokus kami tetap pada kesejahteraan masyarakat. Di bulan yang penuh maghfirah, teriring permohonan maaf kami kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kaltim,"tegas Rudy.
Ia turut memberikan apresiasi kepada warga yang menyampaikan kritik, menyebut bahwa masukan tersebut menjadi energi positif bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri.
"Kami mengucapkan terima kasih atas masukan masyarakat, kritik yang membangun."
"insya Allah akan menjadi energi bagi kami dalam mewujudkan Kaltim sukses, menuju generasi emas, mohon doa restu."
Baca Juga: Jangan Pasrah! Ternyata Ada Jalur Rahasia Agar Nama Anda Masuk Daftar Penerima Bansos 2026!
"Karena pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mau mendengar dan berani mengambil keputusan yang bijak," kata Rudy.
Dengan pembatalan ini, proses pengembalian anggaran kini menunggu penyelesaian administratif.
Sementara itu, Pemprov Kaltim memastikan roda pemerintahan tetap berjalan tanpa hambatan, tanpa mobil dinas mewah yang sempat menimbulkan polemik tersebut.***




