POJOSATU.id, JAKARTA -- Polisi masih terus mendalami kasus tragedi Cipondoh Tangsel yang diakibatkan sopir truk ugal-ugalan berinisial JFN (24).
Dalam kecelakaan Cipondoh ini polisi memastikan bahwa pengemudi bukanlah sopir asli truk melainkan hanya kernet.
Tragedi bermula dari truk yang dikemudikan secara ugal-ugalan hingga menabrak belasan kendaraan di kawasan Cipondoh, Tangerang, pada Kamis, 31 November 2024 sore.
Berdasarkan penyelidikan, terungkap jika truk tersebut dikemudikan dari Jawa Timur dan mengangkat peralatan medis sejenis infus.
Baca Juga: Truk Hijau Kecelakaan Cipondoh Ternyata Lari dari Tujuan, Harusnya ke Bogor Malah ke Tangerang
Truk dikemudikan dari Jawa Timur dengan tujuan ke Cipayung, Jakarta Timur. Harusnya melewati jalur Bogor, namun malah via Tangerang.
"Yang seharusnya sopirnya itu atas nama J kemudian beralih ke kernetnya atas nama JFN," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Jumat (1/11).
Sang pengemudi diketahui sempat menjadi korban amukan massa yang marah hingga perlu mendapat perawatan medis.
Meski demikian, kondisi pengemudi truk dikabarkan telah membaik.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis terungkap jika pengemudi truk ternyata mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan terlarang.
Akibat tindakannya tersebut, pengemudi truk yang juga merupakan kernet terancam pasal 311 ayat 2 dan ayat 4 juncto pasal 312 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
Pengemudi truk yang terbukti mengemudi di bawah narkoba tersebut terancam ancaman hukuman 12 tahun penjara.
Sementara itu, keberadaan sopir asli truk maut tersebut ternyata masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian.
Untuk melacak keberadaan sopir asli truk tersebut pihak kepolisian pun telah bekerja sama dengan perusahaan truk tersebut.
Sementara pihak perusahaan pemilik truk juga telah dipanggil oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kernet berinisial JFN yang mengemudikan truk tersebut diketahui telah memegang kemudi saat truk ke arah Tangerang Selatan.
Saat melaju di daerah Cikokol menuju Cipondoh inilah pertama kalinya terjadi kecelakaan.
Truk tersebut menabrak sebuah mobil Suzuki, namun pengemudi tidak berhenti dan berusaha kabur.
Hingga kemudian terjadilah sejumlah kecelakaan lain yang melibatkan belasan kendaraan karena truk yang mencoba kabur tersebut.
Total kurang lebih 16 kendaraan yang mengalami kerusakan terdiri dari 10 unit roda 2 mohon maaf 10 unit roda 4 dan 6 unit roda.
Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam tragedi Cipondoh tersebut, namun sejumlah pengemudi dan seorang pejalan kaki mengalami luka-luka dan telah mendapat perawatan.***



