POJOKSATU.ID - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kini memicu perdebatan hangat di kalangan lembaga pakar geologi terkait misteri suara dentuman di Jawa Barat.

Fenomena dentuman keras dan getaran yang dirasakan warga Bandung Raya pada rentang waktu yang sama menimbulkan pemicu silang pendapat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa instrumen pemantau milik mereka memang merekam aktivitas erupsi Krakatau pada jam kejadian.

Kendati rekaman data waktu menunjukkan kebersamaan yang persis, BMKG tetap berhati-hati dan belum bisa memastikan hubungan langsung antara kedua peristiwa tersebut.

Baca Juga: Status Siaga Level III! Gunung Anak Krakatau Terus Semburkan Lava Pijar Hingga Hari ini!

Pihak BMKG menilai butuh pembuktian ilmiah yang lebih valid sebelum menyimpulkan bahwa erupsi gunung laut itu adalah sumber dentuman.

Di sisi lain, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi justru memiliki sudut pandang yang berbeda terkait potensi perambatan suara tersebut.

PVMBG menilai erupsi Gunung Anak Krakatau sangat masuk akal menjadi salah satu kandidat kuat pemicu dentuman misterius di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: Bukan Gempa atau Petir! BMKG Bongkar Fakta Dentuman Misterius yang Bikin Geger Bandung Raya!

Penilaian PVMBG ini didasarkan pada rekam jejak sejarah erupsi besar yang pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya.

Lembaga tersebut merujuk pada peristiwa erupsi Anak Krakatau tahun 2020 serta dentuman dahsyat Gunung Kelud pada 2014 lalu.

Pada kedua peristiwa sejarah tersebut, gelombang suara dentuman erupsi terbukti mampu merambat dan terdengar hingga jarak yang sangat jauh.***