POJOKSATU.id – Nama Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan periode 2025–2030, menjadi sorotan nasional setelah foto-fotonya menjalankan ibadah umrah beredar di media sosial pada awal Desember 2025.

Keberangkatan itu menuai kritik tajam karena dilakukan saat wilayahnya baru saja dilanda banjir bandang dan longsor di sejumlah kecamatan.

Sorotan publik semakin kuat karena bencana tersebut berdampak luas, memutus akses jalan, merusak fasilitas umum, dan membuat ribuan warga harus mengungsi.

Baca Juga: WOW! 2.635 Calon PPPK Paruh Waktu Belum Kantongi NIP, Pemkot Bima Siapkan Skema Perpindahan OPD, Begini Penjelasannya

 

Profil Sang Bupati dan Rekam Jejak

Di balik polemik itu, Mirwan MS merupakan sosok dengan latar belakang panjang di dunia usaha dan aktivitas sosial sebelum terjun ke dunia politik.

Ia lahir di Peulumat, Kecamatan Labuhan Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan pada 9 Maret 1975.

Masa kecilnya dihabiskan di wilayah pesisir selatan Aceh, yang kelak membentuk kedekatannya dengan isu-isu sosial dan kemasyarakatan.

Baca Juga: Rosan Roeslani Minta Pajak BUMN Dihapus Ditolak Purbaya, Sudah Untung, Masa Mau Bebas Pajak?

Pendidikan Mirwan dimulai dari SDN 1 Peulumat, berlanjut ke SMP Labuhan Haji Timur, kemudian ia menempuh pendidikan teknik di STMN 1 Banda Aceh.

Karier profesionalnya tidak langsung berkaitan dengan birokrasi pemerintahan. Mirwan memilih terjun ke dunia usaha, dan dikenal sebagai salah satu pengusaha Aceh Selatan yang berkembang pesat.

Setelah aktif membangun jaringan bisnis, ia melanjutkan pendidikan tinggi di STIEM ISM dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2014.

Baca Juga: Mahar Rp 3 Miliar Ternyata Cuma ‘Kertas’? Mbah Tarman Akhirnya Jadi Tersangka! Bikin Malu Sekampung!

Pada 2021, ia menyelesaikan program Magister Sosial, memperluas wawasan akademiknya di bidang sosial dan pembangunan.

Selain di dunia usaha, Mirwan tercatat aktif dalam kegiatan sosial.

Ia pernah menjadi Ketua Kanomat pada 2004–2006, dan menjadi pembina sejumlah yayasan panti asuhan.

Perannya juga terlihat dalam beberapa kegiatan komunitas perantau Aceh di Jakarta.

Baca Juga: WOW! 2.635 Calon PPPK Paruh Waktu Belum Kantongi NIP, Pemkot Bima Siapkan Skema Perpindahan OPD, Begini Penjelasannya

Aktivitas ini membangun basis sosial dan dukungan yang kemudian mengantarnya ke dunia politik.

Karier politik Mirwan dimulai ketika ia mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Selatan pada Pilkada 2018.

Meski saat itu gagal menang, Mirwan tidak berhenti. Ia kembali maju pada Pilkada 2024 bersama pasangannya, Baital Mukadis.

Baca Juga: Rosan Roeslani Minta Pajak BUMN Dihapus Ditolak Purbaya, Sudah Untung, Masa Mau Bebas Pajak?

Keduanya diusung oleh sejumlah partai besar seperti Gerindra, Demokrat, dan Golkar.

Pada kontestasi kedua inilah Mirwan berhasil mengumpulkan suara terbanyak dengan perolehan 51.609 suara atau sekitar 36,32 persen suara sah.

Kemenangan ini mengantarnya dilantik sebagai Bupati Aceh Selatan pada 17 Februari 2025 oleh Gubernur Aceh.

Baca Juga: Heboh Lapas Terendam, Napi Dilepas! Keputusan Mendadak Menteri Imipas Agus Andrianto Picu Kontroversi

Awal masa jabatannya diwarnai dengan pernyataan politik yang cukup tegas.

Mirwan menekankan pembangunan sektor pertanian dan kelautan sebagai prioritas, serta menyatakan siap menerima kritik dari masyarakat sepanjang disampaikan secara konstruktif.

Ia juga terlihat aktif menanggapi isu-isu ekonomi daerah, termasuk mengimbau pedagang agar tidak menaikkan harga kebutuhan pokok saat Aceh Selatan dilanda banjir.

Namun, konsistensi kepemimpinannya mulai dipertanyakan publik ketika bencana besar melanda Aceh Selatan pada akhir November hingga awal Desember 2025.

Pemerintah kabupaten bahkan mengirim surat resmi kepada pemerintah provinsi dan pusat, menyatakan tidak sanggup menangani bencana tanpa bantuan.

Dalam situasi krisis seperti itu, publik berharap kehadiran fisik dan kepemimpinan langsung dari sang bupati.

Baca Juga: WOW! 2.635 Calon PPPK Paruh Waktu Belum Kantongi NIP, Pemkot Bima Siapkan Skema Perpindahan OPD, Begini Penjelasannya

Justru pada saat itulah muncul foto-foto Mirwan MS tengah melakukan ibadah umrah bersama istrinya. Reaksi publik tidak dapat dihindari.

Banyak warga mempertanyakan keputusannya pergi ke luar negeri sementara penanganan bencana masih berlangsung.

Sejumlah aktivis menyebut tindakan itu sebagai bentuk kelalaian dalam memperlihatkan sense of crisis.

Baca Juga: Heboh Lapas Terendam, Napi Dilepas! Keputusan Mendadak Menteri Imipas Agus Andrianto Picu Kontroversi

Media lokal dan nasional mengangkat kritikan warga yang menilai bahwa seorang kepala daerah selayaknya berada di wilayahnya untuk mengawasi langsung proses evakuasi.

koordinasi logistik, serta membantu memastikan jalur distribusi bantuan berjalan.

Menanggapi kritik tersebut, Mirwan memberikan klarifikasi bahwa dirinya telah meninjau lokasi banjir empat hari sebelum berangkat dan menilai kondisi sudah mulai terkendali.

Baca Juga: WOW! 2.635 Calon PPPK Paruh Waktu Belum Kantongi NIP, Pemkot Bima Siapkan Skema Perpindahan OPD, Begini Penjelasannya

Ia menegaskan bahwa perjalanan ke Tanah Suci telah dijadwalkan jauh hari, dan tidak bermaksud mengabaikan masyarakat terdampak bencana.

Meski begitu, pernyataannya belum sepenuhnya meredakan kritik.

Kontroversi ini menjadi ujian awal bagi kepemimpinan Mirwan MS.

Di satu sisi, ia datang dengan tekad membawa perubahan bagi Aceh Selatan melalui sektor ekonomi dan pembangunan.

Namun di sisi lain, keputusan-keputusan publiknya kini dipantau ketat untuk melihat apakah ia mampu menjaga kepercayaan masyarakat, terutama dalam situasi genting.

Masa jabatannya masih panjang, dan publik menunggu apakah Mirwan dapat membuktikan diri sebagai pemimpin yang tidak hanya hadir dalam visi pembangunan, tetapi juga tanggap dalam.***