POJOKSATU.ID - Bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera kembali memunculkan bukti betapa kacaunya manajemen penanganan darurat di lapangan.

Kali ini, sebuah video viral memperlihatkan momen memilukan sekaligus memalukan.

Seorang pria yang telah mengevakuasi warga selama delapan jam tanpa henti terpaksa memakan isi kulkas hanyut karena kelaparan.

Rekaman itu, yang hanya berdurasi kurang dari semenit, memperlihatkan bagaimana pria tersebut berjalan terseok-seok di tengah banjir sambil menarik perahu evakuasi.

Baca Juga: JADWAL KILAT PPG Guru Tertentu Tahap 5 Tahun 2025, Mengapa Sertifikasi Bisa Selesai Hanya dalam 15 Hari? Simak Penjelasan ALASAN PERCEPATAN Ini

Tubuhnya gemetar, wajahnya pucat, dan pakaian yang ia kenakan sudah basah kuyup sejak berjam-jam sebelumnya.

Menurut saksi mata, pria itu hampir tidak berhenti sejak pagi.

Ketika relawan lain bergantian, ia tetap memilih melanjutkan, meski jelas tenaganya semakin menipis.

Namun yang membuat publik geram bukan hanya kondisinya.

Melainkan bagaimana ia akhirnya menemukan sebuah kulkas putih tersangkut di batang pohon besar dan langsung membuka pintunya.

Baca Juga: Disapu Banjir, Rumah Warga Rata! Tapi Masjid Ini Berdiri Kokoh Seperti Tak Tersentuh

Di dalamnya terdapat sisa makanan yang entah masih layak atau tidak.

Tanpa ragu dan tanpa pikir panjang, pria itu memakannya dengan lahap, pertanda betapa rasa lapar telah mencapai titik batas.

Adegan itu membuat warganet luluh, tapi juga memicu amarah.

Bagi banyak orang, momen relawan kelaparan di tengah bencana bukanlah “pemandangan haru”.

Tetapi bukti serius bahwa koordinasi logistik dan bantuan darurat di wilayah terdampak sangat buruk.

Di medan banjir yang aksesnya terputus, banyak relawan bekerja tanpa makan, tanpa alat, dan tanpa dukungan memadai.

Mereka mengandalkan tenaga mentah sementara pemerintah dan instansi terkait masih sibuk rapat dan koordinasi di ruang kering ber AC.

Baca Juga: Kabar Baik! Tunjangan Khusus Guru Madrasah 3T Sudah Cair, Cek Rekening yang Terdaftar

Video ini juga memperlihatkan betapa lambannya pasokan logistik masuk ke kawasan terdampak.

Banyak wilayah masih terisolasi, sementara akses bantuan terhambat oleh infrastruktur yang rusak.

Warga yang dievakuasi juga mengeluhkan minimnya makanan, air bersih, hingga selimut untuk anak-anak.

Tidak sedikit yang menyebut bahwa bantuan yang datang terlalu sedikit atau bahkan tidak merata.

Baca Juga: Selamat Jalan Kang Mus, Begini Kisah Hidup Epy Kusnandar yang Bikin Banyak Orang Kangen

Tak berhenti di situ, polemik muncul karena tidak adanya standar operasional yang jelas untuk melindungi relawan agar tidak kelelahan.

Banyak dari mereka bekerja tanpa shift, tanpa peralatan keselamatan, bahkan tanpa jaminan makanan.

“Relawan bukan robot. Mereka juga manusia yang butuh makan,” tegas salah satu warganet yang ikut menggalang donasi.

Video kulkas hanyut ini menjadi simbol getir dari buruknya kesiapsiagaan bencana.

Bukan hanya warga yang menderitabahkan penyelamat pun terpaksa bertahan hidup.

Dengan memakan apa pun yang ditemukan di air yang kotor dan berlumpur.

Evakuasi terus dilakukan, tetapi kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan obat-obatan tetap menjadi masalah utama.

Publik berharap pemerintah bergerak cepat, bukan sekadar mengirim pejabat untuk berfoto di lokasi bencana.

Karena ketika relawan sampai harus makan dari kulkas hanyut, itu bukan lagi cerita haru itu alarm keras bahwa sistem sedang gagal total.***