POJOKSATU.ID - Upaya dua pria yang diduga hendak melakukan pencurian di Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, berakhir tragis bagi salah satunya.

Seorang pria berinisial DM (46) ditemukan tewas setelah nekat melompat ke Kali Sunter ketika berusaha kabur dari kejaran warga.

Upaya “pembelaan diri” dengan alibi kreatif hingga rencana kabur yang sudah disiapkan, semuanya runtuh hanya dalam hitungan menit.

Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Fernando, mengungkap kronologi yang memperlihatkan bagaimana aksi pencurian yang dilakukan berdua ini gagal total.

Baca Juga: DPRD Banten Pastikan RAPBD 2026 Pro-Rakyat, Fokus Pendidikan, Kesehatan & UMKM

“Pelaku ditemukan tewas tenggelam di Kali Sunter dan sudah dievakuasi,” ujar Fernando.

Peristiwa ini terjadi Kamis 20 November 2025 sekitar pukul 04.30 WIB, saat sebagian warga bersiap berangkat salat subuh.

Seorang saksi yang kebetulan melintas melihat DM mondar-mandir di Jalan Pembangunan dengan gerak-gerik mencurigakan.

Mondar-mandir pada jam rawan seperti itu sudah cukup membuat warga Koja waspada.

Baca Juga: Cek Disini! Jadwal dan Besaran THR Natal 2025 untuk PNS, CPNS, PPPK Sesuai PP 11/2025

Kawasan pemukiman padat tersebut memang kerap menghadapi masalah pencurian kecil, sehingga insting warga cepat bekerja.

Saat ditegur, DM langsung mengeluarkan alibi: ia mengaku hendak meminjam charger karena baterai ponselnya habis.

Untuk ukuran subuh, alasan ini terdengar janggal. Namun saksi justru menggiringnya ke Pos RT 012, entah untuk benar-benar membantu atau untuk memastikan kondisinya.

DM yang awalnya terlihat tenang langsung berubah gelisah ketika tiba di dekat Pos RT.

Dari kejauhan, ia melihat rekannya di belakangan diketahui ikut terlibat dalam rencana pencurian.

Sudah standby di atas sepeda motor, siap menjemputnya begitu momen yang tepat tiba.

Rupanya keduanya diduga bekerja sama DM bertugas memantau dan mencari celah, rekannya menunggu di motor untuk kabur cepat bila ketahuan.

Begitu melihat rekannya, DM langsung menghentikan drama “mau ngecas HP” dan berusaha lari.

Baca Juga: Cair 7 Hari Kerja! Kemensos Percepat Pencairan Bansos Lewat KKS Baru Peralihan Pos Tahun 2025

Namun saksi yang menaruh curiga sejak awal langsung berteriak memanggil warga sekitar.

Suasana yang tadinya lengang berubah ramai dalam sekejap.

Saat DM berlari sekencang mungkin, rekannya yang seharusnya membantu justru memilih menyelamatkan diri.

Ia tancap gas dan kabur meninggalkan DM dalam situasi genting.

Baca Juga: Tampil Profesional Ketika Interview: Panduan Gaya Formal yang Simpel tapi Elegan

Bagi warga, tindakan itu semakin mengonfirmasi bahwa mereka bukan sekadar orang lewat. Kejar-kejaran pun dimulai.

DM berlari panik melalui gang-gang sempit. Namun makin lama ia makin terpojok.

Warga semakin banyak berdatangan setelah mendengar teriakan saksi. Posisi DM benar-benar tidak menguntungkan.

Tekanan, rasa takut tertangkap, dan pengkhianatan rekan membuatnya mengambil keputusan fatal.

Dengan napas terengah-engah, DM berbelok ke arah tanggul dekat Kali Sunter. Tanpa pikir panjang, ia melompat ke sungai dalam upaya terakhir untuk melarikan diri.

Warga sempat mengira ia akan berenang ke seberang demi kabur. Namun detik demi detik berlalu dan tubuh DM tak kunjung muncul kembali.

Kesadaran bahwa pelaku tenggelam membuat warga berhenti mengejar dan langsung melapor ke petugas.

Laporan warga ditindaklanjuti tim Gulkarmat Jakarta Utara. Kepala regu langsung menurunkan 15 personel lengkap dengan perahu karet.

Air Kali Sunter yang keruh dan arus yang cukup deras menyulitkan pencarian.

Baca Juga: Jajanan Tradisional Gaya Kekinian! Begini Cara Kuliner Indonesia Beradaptasi dengan Zaman

Tim memulai penyisiran pukul 08.32 WIB. Pencarian dilakukan dari pinggir ke tengah sungai menggunakan alat pengait dan teknik manuver kapal perlahan.

Setelah hampir dua jam, pada pukul 10.13 WIB, tubuh DM ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Tubuhnya sudah kaku, menandakan ia tenggelam tak lama setelah melompat.

AKP Fernando memastikan bahwa tidak ada tanda kekerasan dari warga, dan kematian DM murni akibat tenggelam saat kabur.

Polsek Koja menegaskan bahwa kasus ini tidak berhenti meski DM sudah meninggal. Rekan DM kini masuk daftar pencarian.

Baca Juga: Budidaya Maggot, Usaha Murah yang Cepat Balik Modal dan Banyak Dicari!

Polisi mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui apakah mereka bagian dari jaringan pencurian serupa yang beroperasi dini hari.

“Rekannya masih kami cari. Ini sedang dalam penyelidikan,” kata AKP Fernando.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya kewaspadaan warga dalam menjaga lingkungan.

Satu warga yang peka melihat gerak mencurigakan dapat mencegah kerugian dan membantu penegakan hukum.

Namun di sisi lain, peristiwa ini menyisakan ironi sebuah aksi kriminal gagal total, bukan karena intervensi aparat.

Tetapi karena kesalahan pelaku sendiri dan pengkhianatan rekannya.***