POJOKSATU.ID - Sejumlah siswa sekolah dasar di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, harus mempertaruhkan keselamatan demi bisa menuntut ilmu.
Setiap hari, mereka terpaksa menyeberangi jembatan yang telah ambruk untuk bisa sampai ke sekolah.
"Mereka harus menuruni tebing dan berjalan di atas sisa rangka jembatan yang licin, sambil saling membantu agar tidak jatuh." tulis akun Instagram @Kompas.com, Jumat 6 februari 2026, seperti dikutip pojoksatu.id.
Jembatan yang berada di Kampung Kadu Pandak, Desa Sinarjaya, tersebut dilaporkan ambruk sejak 1 Februari 2026.
Hingga kini, belum ada perbaikan maupun akses alternatif yang bisa digunakan warga, khususnya anak-anak sekolah.
Pantauan di lokasi menunjukkan, para siswa harus menuruni tebing terlebih dahulu sebelum melintasi sisa rangka jembatan yang licin dan rawan runtuh.
Dengan langkah hati-hati, mereka saling berpegangan dan membantu satu sama lain agar tidak terpeleset atau terjatuh ke bawah.
Kondisi ini menjadi pemandangan memilukan yang terjadi hampir setiap pagi.
Anak-anak yang seharusnya berangkat sekolah dengan rasa aman justru dihadapkan pada risiko kecelakaan.
Baca Juga: Pascabanjir, Kapolres Karawang Turun Langsung Bersihkan SMPN 1 Telukjambe Barat
Namun, karena tidak ada jalan lain, mereka tetap nekat melintas demi bisa mengikuti pelajaran.
Warga setempat mengaku khawatir dengan keselamatan para siswa. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antara permukiman warga dan sekolah.
Sejak jembatan ambruk, aktivitas masyarakat ikut terganggu, namun yang paling terdampak adalah anak-anak.
Menurut warga, kondisi jembatan semakin berbahaya saat hujan turun.
Permukaan rangka menjadi licin, aliran air di bawah jembatan juga deras, sehingga risiko terpeleset atau terseret arus semakin besar.
Meski begitu, para siswa tetap melintas karena tidak ingin tertinggal pelajaran.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi, setidaknya berupa jembatan darurat agar anak-anak bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman.
Mereka menilai, penanganan sementara sangat dibutuhkan sambil menunggu perbaikan permanen dilakukan.
Baca Juga: Sebentar Lagi Cair! Gaji PPPK Paruh Waktu Tinggal Tunggu Administrasi
Kondisi ini kembali menyoroti persoalan infrastruktur di daerah pedesaan.
Akses jalan dan jembatan yang rusak bukan hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan generasi muda yang sedang menempuh pendidikan.
Masyarakat Kampung Kadu Pandak berharap jeritan mereka segera mendapat perhatian.
Baca Juga: Hadapi Lima Laporan Polisi, Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda untuk Klarifikasi Mens Rea
Mereka tidak ingin tragedi terjadi hanya karena lambatnya penanganan infrastruktur. Bagi warga, keselamatan anak-anak adalah hal yang tidak bisa ditawar.***




