POJOKSATU.id, TANJUNG BALAI - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Tanjung Balai, merupakan salah satu sekolah favorit yang berada di Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai.

Namun, sangat disayangkan sekolah favorit itu terlihat kumuh sejak dijabat oleh kepala sekolah yang baru, Firdilia Kurnia.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, sekolah SMP Negeri 7 itu terlihat dipenuhi dengan rerumputan panjang, serta halaman beakang dan samping terlihat genangan air.

Salah satu orang tua siswa yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan, sejak kepala sekolah yang terdahulu Sri Gunawan pindah banyak perubahan, seperi rumput yang panjang dan tidak pernah di cabut sehingga tidak sedap dipandang mata.

"Saya berharap kepada Walikota Tanjungbalai H. Waris Tholib khususnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai Hj. Delima agar menempatkan seorang Kepala Sekolah yang bisa membangun SMP negeri 7 Kota Tanjungbalai ke yang lebih baik bukan hanya untuk menggrogoti Dana Bos sekolah tersebut," pintanya.

Amatan Awak media pada Rabu (24/5/2023), papan penggunaan Dana Bos yang di pajang didinding adalah laporan penggunaan Bos pada Tahun 2021.

Saat diminta keterangan kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Kota Tanjung Balai Firdilia Kurnia, mengatakan sudah melakukan penimbunan sebanyak 10 mobil pasir untuk sekolah tersebut.

"Sudah Kami laksanakan penimbunan sikit demi sedikit sampai saat ini sudah 10 mobil pasir yang di timbun, sudah dilakukan penyemprotan racun rumput tapi kurang, ini musim hujan jadi tidak di lakukan lagi penyemprotan. Nanti akan dilakukan kembali penyemprotan atau racun rumput," ujar Firdilia Kurnia melalui Whatshapp.

Terkait papan penggunaan Dana Bos Tahun 2023 dari Januari hingga Mei, Firdilia mengatakan papan baru sedang ditempah, sehingga belum diisi.

"Masalah papan Bos sudah Kami tempah, cuma salah cetak masih 3 tahap dibuat. Makanya belum Kami isi untuk Tahun 2023," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjung Balai Hj. Delima saat dijumpai diruang kerjanya sedang tidak berada di tempat. Saat diminta konfirmasi melalui WhatsApp juga tidak aktif. Sampai berita ini di turunkan belum bisa di mintai tanggapan. (*/TIK/pojoksatu)