POJOKSATU.ID- Massa demo dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia di Depan DPR RI, Jakarta berakhir ricuh.
Dalam aksi ini, mereka menuntut agar DPR mengesahkan Revisi UU Desa.
Dalam Revisi tersebut, mereka mengusulkan agar masa jabatan kepala desa diubah menjadi 9 tahun, serta dapat diemban selama 3 periode, sehingga bisa menjabat selama maksimal 27 tahun.
Tak hanya itu, Apdesi juga menuntut peningkatan alokasi anggaran desa menjadi 10 persen dari APBN.
Baca Juga: Jokowi Dan Prabowo Makan Bakso Bersama, PDI-P Tak Ambil Pusing
Dari video yang beredar grup para wartawan, para Kades yang tergabung dalam Apdesi membakar kardus di depan pintu gerbang utama Gedung DPR.
Kobaran api yang bersumber dari kardus mulai menyambar ke atas gerbang. Di sisi lain, para massa lainnya memukul gerbang DPR RI inu menggunakan besi.
Tak hanya itu, kesadisan yang dipertontonkan para pemimpin tingka desa itu sangat sadis. Mereka bahkan memasang tali di atas gerbang wakil rakyat tersebut.
Tali yang terpasang itu kemudian ditarik oleh para massa. Beruntung pihak kepolisian yang berjaga di dalam gerbang DPR RI itu langsung menaiki gerbang dan memotong tali tersebut.
Baca Juga: Mahfud MD Mundur dari Kabinet, PDIP Siap Perang Terbuka dengan Jokowi
Sebelumnya, ribuan personel kepolisian dan TNI diturunkan untuk mengamankan demo tersebut.
Dalam pengamanan ini pihak kepolisian telah menerjunkan anggota 2.304 personel gabungan.
Ribuan personel itu ditempatkan di sekitar lokasi unjuk rasa guna untuk mengantisipasi adanya tindakan anarkisme selama unjuk rasa berlangsung.
"2.304 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, dan instansi terkait," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro dalam keterangannya, Rabu (31/1/2024). ***



