POJOKSATU.id, JAKARTA - Ayah Sultan Rif'at (20), Fatih, masih menunggu itikad baik Bali Tower menyelesaikan insiden terjeratnya Sultan oleh kabel fiber optik di Jalan Antasari, Jakarta Selatan.
Ayah Sultan, Fatih, berharap permasalahan ini bisa diatensi pemerintah agar proses mediasi dengan Bali Tower bisa terlaksana.
Ia juga telah menyampaikan hal tersebut kepada Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat menjenguk Sultan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Jumat (4/8/2023).
Baca Juga: Anggota DPR Nurhadi Janji Perjuangkan Nasib Honorer Tenaga Kesehatan Hingga Jadi ASN
Fatih mengungkap, Mahfud sempat bertanya apa kendala apa yang dialami keluarga korban kasus kabel fiber optik itu.
Fatih lantas menjawab dan meminta bantuan Mahfud MD agar bisa mendorong mediasi antara keluarga Sultan dan PT Bali Tower.
"Sampai saat ini saya masih menunggu itikad baik dari Bali Tower. Kemarin saat pak Mahfud menjenguk Sultan, saya sampaikan agar bisa diperbantukan untuk dimediasi dengan pihak manajemen Bali Tower," kata Fatih saat dihubungi, Selasa (8/8/2023).
Fatih juga mengatakan kepada Mahfud, bahwa sejatinya sejak awal pihak keluarga ingin menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan kepada PT Bali Tower.
Baca Juga: PAN Tutup Pintu Dukung Anies Baswedan, Pilih Capres yang Dukung Pemerintahan Jokowi
Namun, sikap Bali Tower dengan menyodorkan sejumlah uang dinilai tak etis tanpa mendengarkan terlebih dulu perihal permasalahan Sultan.
"Saya gak mau ramai-ramai seperti ini, dari awal saya persilakan. Ayo lihat kondisi Sultan sekarang, tapi sikapnya seolah-olah saya yang minta sejumlah uang,” jelasnya.
“Kami ingin diselesaikan kekeluargaan tanpa bertele-tele masuk jalur hukum, mari dikomunikasikan dengan baik-baik," tambah dia.
Hal senada juga disampaikan oleh kuasa hukum keluarga Sultan, Tegar Putuhena. Tegar mengatakan, bahwa niat baik Bali Tower dengan memberikan kompensasi terkesan sepihak dan bertujuan agar kasus itu dianggap selesai.
Tegar menilik cara itu bukanlah langkah yang tepat, sebab dengan begitu akan menimbulkan kesan bahwa Bali Tower ingin mengaburkan dugaan kelalaian perusahaan dalam menangani kabel fiber optik.
"Mereka datang itu benar, ada komunikasi, tapi komunikasinya seolah-olah bukan kelalaian Bali Tower. Tiba-tiba datang menawarkan sejumlah uang, 'Saya kasih Rp 2 miliar asal kalian diam, enggak usah bicara ke media, apa maksudnya?," kata Tegar saat dihubungi.
Tegar menegaskan, manajemen perusahaan wajib menemui Sultan secara langsung. Bahwa ada klaim sebelumnya bahwa Bali Tower bertanggung jawab atas insiden yang dialami Sultan menurutnya belum dilakukan sepenuhnya karena pihak manajemen hanya mengirim perwakilan stafnya.
"Jangan ujug-ujug kirim staf untuk menyelesaikan masalah, bukan seperti itu. Keluarga sejatinya telah menerima baik perwakilan yang datang ke rumah Sultan saat itu, tapi mereka terkesan ingin uang kompensasi yang ditawarkan bertujuan untuk menutup fakta peristiwa yang sebenarnya," pungkasnya.***



