POJOKSULSEL, MAKASSAR - Indonesia akan memasuki usia emas pada 2045. Tepat pada usia 100 tahun alias satu abad, Indonesia ditargetkan mampu menjadi negara maju dan telah sejajar dengan negara adidaya.
Momentum bersejarah itu memang masih kurang lebih seperempat abad lagi. Namun, untuk merealisasikannya dibutuhkan persiapan sejak dini. Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia harus unggul, berkualitas, dan memiliki karakter.
Nah, SDM unggul hanya dapat terwujud apabila tubuh kuat dan sehat. Olehnya itu, pemenuhan nutrisi secara berimbang sejak dini penting untuk dilakukan. Toh, anak-anak saat inilah yang kelak bakal menjadi pelanjut estafet kepemimpinan di tanah air.
Mencetak generasi emas bukan sekadar persoalan mengatasi stunting atau permasalahan lain si buah hati pada usia bayi maupun balita. Tidak kalah penting, mencegah malnutrusi saat masa pertumbuhan anak, khususnya pada usia sekolah.
Salah satu sumber nutrisi bagi anak ialah susu. Namun, tidak semua anak di Indonesia yang beruntung. Apalagi, bagi masyarakat kurang mampu atau masyarakat menengah ke bawah, yang menilai susu bukan prioritas utama dalam kebutuhan hidup sehari-hari.
Beruntung, dalam dua tahun terakhir ini ada Milku, merek produk susu Ultra High Temperature (UHT) dari Wings Group. Sejak diluncurkan sekitar September 2020, brand susu kemasan botol ini laris manis, karena menjadi andalan keluarga Indonesia.
Dengan harga miring dan kualitas tidak kalah dibandingkan dengan brand susu serupa, Milku melejit menjadi salah satu primadona. Brand susu dengan pilihan rasa cokelat dan stroberi ini pun mudah didapatkan, mulai di swalayan besar hingga di toko kelontong dekat rumah.
Suharti Halim, ibu dari tiga anak di Kota Makassar menyebut Milku menjadi merek susu pilihan bagi dua anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah dasar. Alasannya simpel. Brand susu dari Wings Group itu memiliki kualitas yang bagus dengan harga yang terjangkau.
Meski hampir tiap hari menyediakan Milku sebagai pendamping bekal dua buah hatinya ke sekolah, Atty-sapaan akrabnya, menyebut tidak membuat kantongnya bolong. Toh, harganya sangat terjangkau. Sekarang dibanderol Rp4.000 per botol, sedikit ada kenaikan dibandingkan harga awal Rp3.000 per botol.
"Alasan utama pilih Milku ya karena murah tapi nggak murahan. Setiap bulannya tidak sampai Rp100 ribu per anak kok untuk membeli Milku sebagai teman bekal. Yang tidak kalah penting juga, ya anak-anak suka dengan rasanya," ucap dia, Selasa (7/3/2023).
Atty berharap brand Milku dengan jargon Nutrisi Tiap Langkahku dapat mempertahankan kualitas dan menjaga harganya agar tidak malah naik, sehingga bisa lebih banyak membantu keluarga di Indonesia. Di samping itu, diharapkannya selalu lahir inovasi, semisal dengan menghadirkan varian rasa baru, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak opsi.
"Intinya, harapan saya dan keluarga ya semoga tetap menjadi andalan keluarga Indonesia. Pertahankan kualitas dan harganya, itu yang paling utama," tuturnya.
Dukung Pertumbuhan Anak
Dokter Spesialis Gizi dari RS Bunda & Siloam Kebun Jeruk, dr Marya W Haryono, mengungkapkan anak dengan rentang usia 6-12 tahun membutuhkan sumber nutrisi seimbang. Hal itu penting guna mendukung periode tumbuh kembangnya menjadi remaja yang sehat, termasuk kalsium untuk kesehatan tulang.
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, dibutuhkan minimal kalsium sebanyak 1000-1200 mg per hari untuk anak usia 6-12 tahun. Salah satu sumber kalsium yang mudah didapatkan dan dikonsumsi adalah susu. Susu juga mengandung komponen nutrisi protein, vitamin D, vitamin B, fosfor, kalium, vitamin A, dan mikronutrisi lainnya.
"Komponen nutrisi ini diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang, otot serta daya tahan tubuh anak. Tentunya, diperlukan juga kelengkapan nutrisi dari bahan makanan yang bervariasi,” jelasnya.
Dr Marya mengimbuhkan pada proses penyerapan kalsium dalam tubuh, juga diperlukan kecukupan vitamin D. Bukan cuma itu, massa otot yang cukup pun dibutuhkan untuk mendukung tulang yang sehat melalui asupan protein yang memadai. Olehnya itu, mengkonsumsi susu secara rutin dan teratur penting agar tubuh mendapatkan manfaat tersebut dengan baik dan mudah.
Tidak kalah penting, fakta bahwa setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. Dalam membangun masa depannya yang gemilang, si buah hati tentu membutuhkan dukungan orang-orang di sekitarnya, terutama para orang tua, guna membuka potensi yang dimilikinya dengan sebaik mungkin.
Dengan porsi nutrisi yang cukup serta pilihan rasa lezat yang digemari, menjadikan Milku sebagai pilihan tepat untuk menemani setiap langkah mereka, kapan pun dan di mana pun. Potensi anak pun akan semakin nyata terasa karena apapun minat dan bakat sang anak, nutrisi hariannya dapat tercukupi dengan cara yang sehat, praktis dan tentunya digemari.
Praktisi Mindful Living & Parenting, Raden Prisya, menyampaikan penting untuk selalu memberikan contoh kepada buah hati dalam menjaga asupan nutrisi dan variasi makanan sehat, dengan cara menyediakan produk-produk bergizi di rumah. Brand susu Milku sendiri kini telah menjadi susu favorit anaknya.
“Yang saya suka dari Milku adalah kandungan nutrisinya, rasanya yang ternyata saya sendiri pun sangat cocok, dan harganya yang terjangkau. Anak saya selalu minum susu saat kudapan (snacking) dan sebelum tidur, ini membantu agar kecukupan nutrisi hariannya tetap terjaga,” ujarnya.
Prisya juga menjelaskan anak, apalagi pada masa pertumbuhan membutuhkan energi yang tinggi. Toh, banyak minat dan bakat mereka terhadap kegiatan fisik dan olahraga yang mulai muncul dalam keseharian mereka. Nah, di sini penting bagi orang tua memberikan kebiasaan baik dengan selalu memberikan contoh perihal asupan nutrisi yang cocok bagi si kecil.
Sederet Keunggulan Milku
Kehadiran Milku mengukuhkan eksistensi Wings Group sebagai salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Good atau FMCG terkemuka di Indonesia. Belum genap berusia tiga tahun, Milku dengan sederet keunggulannya telah cukup populer dan menjadi andalan keluarga Indonesia.
Keunggulan utama tentunya terletak pada harga yang sangat terjangkau, dengan kualitas yang tidak kalah dengan kompetitor. Harga Milku pada tahun-tahun awal pasca-peluncuran bahkan hanya separuh dari banderol yang dipatok oleh kompetitor. Padahal, brand Milku diklaim terbuat dari susu sapi Belgia.
Preeti Chopra Bhatnagar, Marketing Manager Milku dilansir dari laman resmi Wings Group menyampaikan, alasan pihaknya terjun ke pasar minuman kategori susu cair bukan semata mengejar keuntungan. Perusahaan ingin berkontribusi mencegah malnutrisi anak dengan menambah konsumsi susu bagi masyarakat.
Hal ini yang membuat Wings Group melalui Wings Food terpanggil untuk berinovasi mengeluarkan susu Belgia berkualitas. Milku merupakan sumber 5 vitamin dan 4 mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, dimana tiap botolnya mengandung 25 persen kebutuhan kalsium harian.
“Melalui susu UHT yang kaya akan nutrisi ini, kami berharap agar Milku dapat menawarkan cara yang mudah dan lezat kepada para orang tua untuk melengkapi nutrisi anak. Sesuai dengan visi perusahaan yaitu 'the best things in life should be accessible for all'. Kami percaya bahwa dapat turut membantu menyediakan nutrisi baik dengan harga yang terjangkau,” ujar Preeti.
Diproduksi di pabrik modern, Milku terbuat dari susu sapi Belgia berkualitas, dimana sapi Belgia tinggal di lingkungan yang lebih bersih dan diberi makan dengan baik. Milku ditawarkan menggunakan format inovatif botol PET, sehingga para orang tua pun tak perlu khawatir susu tumpah atau kontaminasi benda asing karena kepraktisannya untuk dibawa-bawa serta dapat ditutup sebelum diminum kembali.
Lebih jauh, Preeti menjelaskan dari sisi bisnis diakuinya pasar susu cair merupakan magnet yang cukup besar di kategori minuman, yang mana menempati posisi kedua sebagai segmen terbesar. Dalam beberapa tahun terakhir, segmen ini telah tumbuh sekitar 10 persen. Bahkan pada masa pandemi ini, angka ini terus tumbuh hingga 5 persen.
Berdasarkan data tersebut, Wings Group menyadari kebutuhan masyarakat terhadap produk bernutrisi ini semakin besar. Pihaknya pun memilih masuk melalui kategori susu RTD ukuran sedang 200 ml yang merupakan ukuran paling digemari. "Dengan keunggulan yang ditawarkan oleh Milku, kami percaya bahwa kebutuhan masyarakat tersebut akan dapat dipenuhi dengan lebih baik lagi,” sebut Preeti.
Meski memiliki potensi besar di kategori minuman, tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia termasuk dalam kategori yang paling rendah di Asia Pasifik. Masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi sekitar 16,23 kg susu/kapita/tahun pada 2019. Sedangkan menurut standar FAO (Food and Agriculture Organization), dibutuhkan lebih dari 30 kg susu/kapita/tahun agar Indonesia dapat masuk ke dalam kategori menengah perihal konsumsi susu. Dengan kata lain, masih banyak sekali masyarakat Indonesia yang belum mengkonsumsi susu.
(fadli/pojoksulsel)



