POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua DPP Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar, Meutya Hafid, buka suara terkait mundurnya Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, sejak Sabtu (10/8).

Menurut Meutya Hafid, secara hukum pengunduran diri Airlangga Hartarto baru akan disahkan (dejure) dalam rapat pleno yang kemungkinan digelar Selasa (13/8).

Meutya juga menyebut bahwa Ketum Airlangga Hartarto mundur dari kursi Ketua Umum Partai Golkar sebagai hak pribadi dan keputusan itu dibuat secara pribadi tanpa paksaan.

Menyikapi mundurnya Airlangga, Partai Golkar menggelar pernyataan pers, Minggu 11 Agustus 20.30 WIB di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta.

Baca Juga: Hujan IKN

Berikut empat poin pernyataan lengkap Meutya Hafid terkait keputusan Airlangga Hartarto mundur dari Ketum Golkar. Dan poin-poin ini juga disampaikan melalui unggahan di Instagram pribadi Meutya Hafid.

1. Menghargai keputusan Ketum Airlangga Hartarto untuk mundur dari kursi Ketua Umum Partai Golkar sebagai hak pribadi beliau.

Keputusan beliau dibuat secara pribadi tanpa paksaan. DPP mengucapkan terima kasih dan apresiasi timggi kepada Ketum Airlangga Hartarto.

Pencapaian beliau di antaranya; kenaikan suara Partai Golkar dalam Pileg dan Pilpres 2024, yg memenangkan Partai Golkar sebagai partai dengan urutan kedua terbesar suara, serta kemenangan pasangan Presiden - Wapres terpilih Prabowo - Gibran.

Baca Juga: SOLUSI Jurnal Pembelajaran PPG Guru Tertentu GAGAL VALIDASI Lengkap Penyebab dan Perbaikan Jurnal, Beli Plagiat AUTO BUANG DUIT

Ini merupakan kerja seluruh stakeholder partai Golkar dari pusat hingga daerah di bawah kepemimpinan Pak Airlangga sebagai Ketum PG.

2. Plt Ketum baru akan diputuskan pada saat Pleno sebagai hasil Pleno. Secara hukum pengunduran diri pak Airlangga baru akan disahkan (dejure) dalam rapat pleno.

3. Sesuai pesan Pak Airlangga dalam pernyataan mundurnya, DPP akan menyiapkan secara segera, secara tertib dan damai serta menjaga marwah partai Golkar sebagai partai besar yang matang rapat Pleno, kemungkinan dilangsungkan hari Selasa 13 Agustus menunggu konsolidasi internal.

4. Kami menghimbau agar Kader Partai Golkar se Indonesia tetap tenang serta menjaga kekompakan.

Demikian pernyataan lengkap Meutya Hafid yang juga Ketua Komisi I DPR ini terkait mundurnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.***