POJOKSATU.id - Indonesia resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana WMSJ 2025 atau World Muslim Scout Jamboree di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 9–14 September 2025.

Kegiatan ini menjadi ajang Pramuka internasional pertama yang digelar, sekaligus bertepatan dengan perayaan 100 tahun Gontor.

Kegiatan WMSJ 2025 diikuti 15.333 peserta yang terdiri dari 7.149 Pramuka putra, 6.349 Pramuka putri, dan 1.718 pembimbing dari berbagai negara.

Hal ini menjadikan acara tersebut salah satu jambore internasional terbesar di Indonesia, sekaligus momentum penting dalam rangka 100 tahun Gontor.

Baca Juga: Berapa Biaya dan Bagaimana Jadwal Jamnas XII Pramuka 2026 di Cibubur? Ini Edaran Resmi Kwarnas

Sejumlah agenda utama turut mewarnai WMSJ 2025, antara lain Opening Ceremonial, Culture Night Show, Scouts Night Show, Islamic Youth Fest, Scout Wisdom Forum, hingga Closing Ceremony.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan guest star yang memeriahkan panggung, yakni Alffy Rev, Iwan Fals, Fatin, dan Wali Band.

Menurut Pramono, kegiatan berskala internasional ini memberikan ruang tumbuh bagi generasi muda Muslim dalam memperkuat karakter, kepemimpinan, serta semangat pengabdian. “Melalui kegiatan Pramuka internasional ini, kita menyaksikan pemuda lintas benua menjalin dialog, berbagi visi, dan merawat keberagaman. Di sinilah akar masa depan yang damai itu ditanam,” tuturnya.

Dua mahasiswi Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor juga turut menjadi volunteer panitia WMSJ 2025. “Bisa bertemu dan melayani ribuan peserta dari berbagai negara adalah pengalaman berharga bagi kami. Bangga bisa jadi bagian dari sejarah pertama WMSJ 2025 dan momentum 100 tahun Gontor,” ujar Widi, salah satu relawan dari UNIDA.

Hal senada disampaikan rekannya, Uli. “Kami mendapatkan banyak pelajaran, mulai dari kedisiplinan, kerja sama tim, hingga memperluas jaringan internasional. Kesempatan ini membuat kami lebih percaya diri untuk berkarya ke depannya,” tuturnya dengan penuh antusias.

Baca Juga: Download Latihan Soal SJT dan PCK di PPG Kemenag 2025, Simak Perubahan Aturan dan Cek Lagi Jadwal

KH Hasan Abdullah Sahal, pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor, sampai terharu. Menurutnya, kegiatan seperti ini langka, mahal, dan tidak bisa dinilai dengan uang.

“Gontor memang punya modal itu: tradisi mendidik santri agar bisa mengurus apa saja — dari bikin kopi buat kyai sampai bikin jambore dunia,” ujarnya.

Dr. Fahmi menambahkan, prinsip Gontor jelas: “Segala yang ada di pondok adalah pendidikan.” Artinya, kalau santri disuruh jaga parkir, itu pendidikan. Kalau disuruh ngurus panggung artis, itu juga pendidikan. Bahkan kalau disuruh ikut konser sampai dini hari? “Ya… mungkin itu juga pendidikan,” katanya sambil tersenyum.

Yang membuat suasana WMSJ 2025 semakin meriah adalah kehadiran musisi legendaris Iwan Fals.

Baca Juga: Harta Wahyudin Moridu Minus Saat Dilapor KPK, Status Anak Mantan Bupati dan 2 Periode Anggota Dewan

Dengan suara seraknya yang khas, ia membawakan lagu baru yang khusus diciptakan untuk seratus tahun Gontor. L

Lagu sederhana itu terdengar seperti doa panjang, sebuah refleksi seabad perjalanan pesantren yang telah melahirkan ribuan pemimpin umat.

Pada hari terakhir, Sabtu (13/9/2025), panggung ditutup dengan penampilan band Wali. Bukan sekadar grup musik papan atas, mereka juga alumni pesantren, bahkan ada di antaranya yang kini menjadi pengasuh pondok. Malam itu pun menjadi lebih dari sekadar konser, melainkan perayaan identitas.

Kalau ada yang sinis, “Lho, kok pesantren malah pakai konser?” jawabannya sederhana: musik di pesantren bukan hal asing. Melagukan Al-Qur’an tidakkah juga sebuah bentuk musik? Rebana, rebab, hingga marawis sudah ratusan tahun mewarnai acara maulidan. Bahkan, gitar pun sudah akrab dimainkan para santri.***