POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus Aliyuddin, mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 5 Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah ramai disorot publik.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai mengaku telah diintimidasi oleh oknum guru.

Di mana, oknum guru yang dimaksud Aliyuddin ini tidak lain merupakan Kepsek SMAN 8 Sinjai, Yubob Salim.

Baca Juga: Sosok Aliyuddin, Mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai Minta Tolong Polda Sulsel Usai Ngaku Diintimidasi

Oleh karena itu, Aliyuddin yang merasa tidak terima mendapatkan intimidasi ini melaporkan Kepsek SMAN 8 Sinjai.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook Sinjai Updates pada Rabu (21/5/2025).

Dalam unggahannya, Aliyuddin dikonfrimasi melayangkan tuduhan intimidasi tersebut ke pihak Gubernur Sulsel.

Baca Juga: Kronologi Kasus Aliyuddin, Mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai Minta Tolong Polda Sulsel Usai Ngaku Diintimidasi

“Merasa dizalimi, ia melaporkan Kepala SMAN 8 Sinjai secara resmi ke Cabang Dinas Wilayah V dengan tembusan ke Gubernur Sulsel,” jelas diktuip.

Perlu diketahui, laporan yang dilayangkan Aliyuddin ini sebelumnya sempat ia sampaikan ke Polsek Sinjai Borong.

Namun, dari pihak Polsek Sinjai Borong tidak mengindahkan laporan yang disampaikan mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai tersebut.

Baca Juga: SPMB Jatim 2025 Untuk SMA dan SMK Resmi Dimulai: Ini Jadwal Lengkap Pengisian dan Verifikasi Rapor, Pastikan Berkas Lengkap

Oleh karena itu, dirinya meminta tolong kepada pihak Polda Sulsel untuk menindaklanjuti kasus yang menimpanya.

“Aliyuddin juga mengungkap bahwa pada 19 Maret 2025 ia telah berupaya melapor ke Polsek Sinjai Borong,” jelasnya.

“Namun tidak diberi ruang untuk membuat laporan resmi. Kini, ia meminta kepada Kapolda Sulsel untuk memberikan perlindungan hukum terhadap dirinya,” lanjut laporan artikel.

Baca Juga: Islah Bahrawi Ungkap Nama Pak Menteri Sering Disebut di Dakwaan Judol, Uang Disamarkan Bingkisan Kopi

Lebih lanjut, dugaan intimidasi ini juga turut ditanggapi langsung oleh Aliyuddin saat dikonfirmasi awak media.

Di mana, dirinya menyebutkan dengan jelas bahwa akan terus mencari keadilan atas kerugian yang diterimanya.

“Saya akan terus mencari keadilan. Ini bukan hanya soal jabatan, tapi harga diri seorang guru yang bekerja dengan integritas,” jelasnya. ***