POJOKSATU.id - Kabar duka datang dari keluarga besar mendiang mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Istrinya, Eyang Meriyati Roeslani Hoegeng, meninggal dunia pada Selasa, 3 Februari 2026, dalam usia 100 tahun.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh keluarga dan sejumlah pejabat Polri.
Baca Juga: Rusia Siap Rekrut Lulusan SMK Indonesia, Dilatih Dua Tahun dan Digaji hingga Rp43 Juta per Bulan
Dikutip POJOKSATU.id dari pemberitaan Detik, Eyang Meri mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 13.24–13.25 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kondisi kesehatannya sempat stabil sebelum kemudian menurun hingga akhirnya dinyatakan wafat oleh tim medis.
Kabar duka ini cepat menyebar dan memicu ragam ungkapan belasungkawa dari publik.
Baca Juga: Beasiswa KNB 2026 Resmi Dibuka, Peluang Kuliah S1–S3 di Indonesia untuk Warga Negara Asing
Banyak warganet dan tokoh nasional mengenang Eyang Meri bukan hanya sebagai istri perwira tinggi Polri.
Retapi sebagai figur teladan yang mendampingi Hoegeng sosok Kapolri yang terkenal dengan integritas dan keberaniannya menolak praktik korupsi.
Sejumlah video perayaan ulang tahunnya yang ke-100 pada Juni 2025 kembali viral dan menjadi potret terakhir kedekatan Eyang Meri dengan berbagai tokoh bangsa.
Baca Juga: Rusia Siap Rekrut Lulusan SMK Indonesia, Dilatih Dua Tahun dan Digaji hingga Rp43 Juta per Bulan
Dikutip Pojoksatu.id dari Antara, jenazah Eyang Meri disemayamkan di Pesona Khayangan Estate, Depok, sebelum rencananya dimakamkan pada Rabu, 4 Februari 2026.
Di Taman Makam Giri Tama, Bogor, usai salat dzuhur. Keluarga besar Polri disebut akan hadir memberi penghormatan terakhir.
Eyang Meri menikah dengan Hoegeng pada 31 Oktober 1946 dan dikaruniai tiga anak.
Sepanjang hidupnya, ia dikenal menjaga prinsip kesederhanaan serta menegakkan sikap jujur yang diwariskan suaminya.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam dan menjadi penutup perjalanan panjang seorang figur penting dalam sejarah moral kepolisian Indonesia.***




