POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyoroti pentingnya reformasi dalam sistem bantuan sosial (bansos).

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan mandat untuk memastikan bansos benar-benar tepat sasaran.

Meskipun pemerintah telah mengalokasikan dana lebih dari Rp500 triliun untuk subsidi dan bansos pada tahun 2025, masalah penyaluran yang tidak efektif masih terjadi.

Gus Ipul menekankan bahwa untuk mengatasi masalah ini, peran kepala daerah, dinas sosial, dan pilar sosial menjadi sangat krusial.

Baca Juga: Menteri Sosial Gus Ipul Dorong Akurasi Data dan Perhatian Khusus Penurunan Angka Kemiskinan Kemensos

Untuk memastikan efektivitas program bansos, Gus Ipul memperkenalkan paradigma baru: "Bansos Sementara, Berdaya Selamanya."

Bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), sembako, dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) harus dilihat sebagai jaring pengaman sementara bagi mereka yang paling membutuhkan.

Tujuan utamanya bukan lagi sekadar memberikan bantuan, melainkan memberdayakan penerima agar mereka bisa mandiri.

Proses ini didukung oleh Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) yang membantu para penerima untuk "lulus" atau graduasi dari ketergantungan bantuan.

Baca Juga: Tiga Mandat Kunci Presiden Prabowo untuk Pengentasan Kemiskinan Disampaikan Kemensos!

Upaya perbaikan data juga terus dilakukan, terbukti dengan telah dicoretnya lebih dari dua juta penerima yang tidak memenuhi syarat, termasuk mereka yang menyalahgunakan dana bansos untuk kegiatan ilegal seperti judi online.

Gus Ipul menegaskan bahwa perbaikan sistem bansos ini merupakan salah satu dari tiga pilar utama yang dimandatkan oleh Presiden Prabowo, bersama dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Ketiga pilar ini saling terintegrasi untuk mencapai tujuan besar Indonesia Emas 2045, yaitu menciptakan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.

Kolaborasi dan sinergi dari semua pihak, dari pusat hingga daerah, menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan setiap langkah kebijakan ini benar-benar membawa perubahan positif bagi rakyat Indonesia.***

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala