POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyoroti pentingnya akurasi data dalam upaya pemerintah mengatasi kemiskinan.
Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan perlunya satu basis data tunggal sebagai pedoman bagi semua program bantuan sosial dan pemberdayaan.
Basis data ini, yang dikenal sebagai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), bertujuan memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran dan efektif.
Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) bertugas mengelola DTSEN, tanggung jawab pemutakhiran dan validasi data di lapangan sepenuhnya berada di tangan Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Tiga Mandat Kunci Presiden Prabowo untuk Pengentasan Kemiskinan Disampaikan Kemensos!
Gus Ipul menekankan bahwa sinergi ini sangat krusial.
Menurutnya, ego sektoral harus dikesampingkan agar tidak ada lagi bantuan sosial yang disalurkan tanpa mengacu pada DTSEN.
Data yang dinamis terus berubah seiring lahirnya, meninggalnya, atau berpindahnya penduduk menuntut pembaruan berkala.
Ia memberikan contoh nyata dari dampak data yang tidak sinkron, yaitu penurunan angka kemiskinan di Indonesia yang hanya mencapai 2 persen dalam sepuluh tahun terakhir (2014-2024).
Gus Ipul juga menyoroti kondisi di Jawa Timur, di mana lebih dari tiga juta penduduk masih hidup dalam kemiskinan.
Kabupaten Malang, Sumenep, dan Jember sebagai daerah yang paling terdampak.
Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dan intervensi yang tepat, yang hanya bisa dilakukan dengan data yang solid dan akurat.***
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




