POJOKSATU.id, JAKARTA-- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menanggapi kasus yang dialami Nia Kurnia Sari (18) gadis penjual gorengan di Padang Pariaman yang dibunuh dan diperkosa.
Menurutnya, seluruh elemen harus terus bekerja sama mulai keluarga hingga nasional untuk mencegah kekerasan kepada perempuan dan anak di Indonesia.
Menteri PPPA juga menyebut bahwa semangat Nia Kurnia Sari akan terus hidup dalam perjuangan mereka.
Diketahui, dalam undang-undang, yang dimaksud dengan Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun. Sementara Nia sudah masuk 18 tahun.
Menurut Menteri PPPA dalam pernyataan resminya, Rabu (25/9), seluruh elemen harus terus bekerja sama mulai tingkat keluarga hingga nasional, untuk mencegah kekerasan.
Dan memastikan bahwa setiap individu dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang positif dan penuh kasih sayang.
"Adinda Nia Kurnia Sari mungkin telah tiada tapi semangatnya akan terus hidup dalam perjuangan kita. Kita akan terus berjuang tidak hanya untuk adinda Nia. Tetapi untuk semua perempuan dan anak Indonesia," kata Menteri PPPA.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengungkapan kasus ini.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi pengungkapan kasus ini. Mari kita terus bergandengan tangan menciptakan perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju," ujarnya lagi.
Dia sangat mengapresiasi gerak cepat dan kerja keras seluruh anggota Polri terutama Polda Sumbar dan Polres Padang Pariaman yang telah berhasil mengungkap kasus ini.
Bintang menuturkan, pengungkapan kasus ini adalah bukti Polri dan pemerintah tidak pernah berhenti memperjuangkan keadilan bagi perempuan dan anak-anak Indonesia.
"Dalam beberapa waktu terakhir kita diselimuti kedukaan mendalam atas kasus tragis yang menimpa almarhumah adinda Nia Kurnia Sari,” kata Menteri PPPA.
"Kita harus terus mengirim pesan yang tegas bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak akan pernah ditoleransi di Bumi Pertiwi ini,” ujarnya.
“Kita harus senantiasa menciptakan dan menjamin lingkungan yang aman dimana setiap perempuan dan anak merasa dilindungi dan dihargai," katanya lagi.
Selain itu, Bintang meminta peristiwa memilukan ini dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen dalam melindungi perempuan dan anak di Indonesia.***




