POJOKSATU.id -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa meskipun dalam kondisi ketidakpastian global.

Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonominya yang kuat pada triwulan pertama tahun 2024, mencapai 5,1 persen secara tahunan.

Sri Mulyani menyatakan bahwa ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan yang positif pada triwulan pertama.

Konsumsi rumah tangga dan LNPRT tumbuh masing-masing sebesar 4,9% dan 24,3% secara tahunan.

Baca Juga: Keyakinan Presiden Jokowi pada Kemenangan Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea

Konsumsi rumah tangga tumbuh stabil berkat inflasi terkendali, aktivitas ekonomi saat Ramadhan, kenaikan gaji ASN, dan pemberian THR.

"Pengeluaran pemerintah untuk pemilu mendukung konsumsi rumah tangga melalui pemberian honorarium kepada petugas pemilu."

Sementara itu, konsumsi oleh LNPRT melonjak tinggi terutama karena berbagai kegiatan terkait Pemilu 2024," jelasnya.

Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) tumbuh secara signifikan sebesar 19,9 persen secara tahunan.

Baca Juga: Tim Nasional Indonesia U-23 Sampai di Paris untuk Berlaga dalam Laga Playoff

Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh kenaikan gaji ASN, pemberian THR, pembelian barang, dan belanja sosial.

PKP menyumbang 1,1% pada pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2024, setelah konsumsi masyarakat dan PMTB.

Pertumbuhan PMTB atau investasi mencapai 3,8 persen secara tahunan, didukung oleh aktivitas belanja modal pemerintah terkait infrastruktur.

Hilirisasi SDA, kinerja makro yang baik, dan stabilitas sosial politik menjaga Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik.

Baca Juga: Setelah Terjangkit Virus, Bellingham Segera Beraksi dan Mengantarkan Real Madrid Menjadi Juara Liga Spanyol dalam Waktu 2 Menit

Investasi swasta tumbuh 22,1% secara tahunan pada triwulan pertama, baik dari PMA maupun PMDN, dengan sebaran merata di Jawa dan luar Jawa.

Tren perlambatan ekonomi global berdampak pada pertumbuhan ekspor dan impor Indonesia.

Meskipun ekspor riil masih tumbuh sebesar 0,5 persen secara tahunan pada triwulan pertama 2024,

Hal ini didukung oleh peningkatan ekspor jasa terutama dari sektor pariwisata.

Namun, volume ekspor produk utama seperti besi baja dan bahan bakar mineral tetap meningkat.

Baca Juga: Timah Kolektor

Masing-masing sebesar 35,8 persen dan 5,4 persen secara tahunan pada triwulan pertama 2024.

Impor riil juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,8 persen secara tahunan pada periode yang sama.

Secara keseluruhan, kontribusi net ekspor (ekspor-impor) terhadap pertumbuhan mengalami kontraksi sebesar 0,2 persen.

Menurut Menkeu, Risiko global termasuk kebijakan The Fed, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian dalam rantai pasok global.

Baca Juga: Gaet Pengaruh Politik Presiden Sebelumnya, Presidential Club akan Menguntungkan Prabowo

Sri Mulyani memastikan bahwa otoritas moneter dan sektor keuangan akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Pemerintah akan terus memantau dan menilai potensi dampak dari dinamika global terhadap perekonomian domestik dan situasi fiskal.

APBN akan terus dioptimalkan sebagai penyangga untuk menjaga daya beli masyarakat dan momentum pertumbuhan ekonomi," tambah Sri Mulyani.***