POJOKSATU.ID - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melontarkan pernyataan tegas terkait dominasi minimarket nasional.

Ia menyebut, jika Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berjalan optimal, maka ekspansi jaringan ritel besar seperti Alfamart dan Indomaret sebaiknya dihentikan.

Pernyataan itu disampaikan Yandri dalam rapat bersama Komisi V DPR pada November 2025.

Baca Juga: Memahami Dunia Media Digital di PT Pojoksatu Indonesia Melalui Program Magang Nasional MagangHub

Ia menilai keberadaan lebih dari 20 ribu gerai minimarket di seluruh Indonesia telah menciptakan persaingan yang tidak seimbang, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan koperasi desa.

“Saya setuju Kopdes jalan, Alfamart cukup sampai di situ, Pak. Sudah 20 ribu lebih Alfamart dan Indomaret, dan luar biasa merajalelanya. Dia lagi, dia lagi, dia lagi,” ujar Yandri dalam rapat tersebut.

Menurutnya, pemerintah perlu menunjukkan keberpihakan nyata terhadap ekonomi desa.

Baca Juga: Ketika Teman Cerita Day 1 Kerja Tapi 'Saya Masih Berdoa', Sampai Akhirnya Lolos Magang Nasional Kemnaker di Perusahaan Pojoksatu

Jika Kopdes Merah Putih ingin benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi lokal, maka ruang tumbuhnya harus dilindungi dari tekanan modal besar yang telah lama mendominasi sektor ritel.

Yandri menegaskan, pembangunan koperasi desa bukan sekadar program administratif, melainkan strategi memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.

Tanpa regulasi yang berpihak, ia khawatir Kopdes akan kalah bersaing bahkan sebelum berkembang.

Baca Juga: Bangkit dari Lahan Tidur, Garitan Kalongliud Jadi Model Pertanian Sirkular Andalan ANTAM

Menanggapi usulan tersebut, Ketua Komisi V DPR Lasarus menyatakan dukungan terhadap penguatan Kopdes maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ia sepakat bahwa ekonomi desa perlu diperkuat agar tidak terus tergerus arus kapitalisasi ritel modern.

Namun demikian, Lasarus mengingatkan bahwa pembatasan ekspansi minimarket bukan perkara sederhana.

Pemerintah, kata dia, harus memiliki roadmap atau peta jalan yang jelas agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan gejolak baru di sektor usaha dan investasi.

“Perlu strategi yang matang. Kita harus siap dengan tantangan dari pelaku usaha besar jika pembatasan ini benar-benar diterapkan,” ujarnya.

Baca Juga: Hajjah Sanah Disambar Petir di Depan Pintu Rumah, Api Membesar Melahap Semua Isi Warung

Isu ini memunculkan perdebatan luas di publik. Di satu sisi, penguatan koperasi desa dianggap sebagai langkah penting dalam pemerataan ekonomi.

Di sisi lain, keberadaan ritel modern juga memberikan kontribusi pada penyerapan tenaga kerja dan distribusi barang.

Ke depan, pemerintah dituntut mencari titik keseimbangan antara melindungi ekonomi desa dan menjaga iklim usaha nasional tetap kondusif.

Baca Juga: HEBOH Gempa Dahsyat M7,2 Guncang Malaysia! Indonesia Sampai Ikut Bergetar, BMKG Beberkan Penyebabnya

Wacana pembatasan ekspansi minimarket menjadi ujian bagaimana negara berpihak tanpa menimbulkan konflik ekonomi yang lebih luas.***