POJOKSATU.ID - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengeluarkan peringatan keras kepada para pelaku usaha yang diduga mempermainkan harga telur di pasar.
Ia menegaskan tidak akan segan mencabut izin usaha pihak-pihak yang menaikkan harga secara tidak wajar dan merugikan masyarakat.
Amran bahkan meminta Satgas Pangan untuk turun langsung mengawasi daerah yang melaporkan lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Dari Rawon Setan sampai Donat Hits! Tradisi dan Tren Kuliner Surabaya
Menurut Amran, kenaikan harga yang terjadi belakangan ini bukan sepenuhnya disebabkan oleh mekanisme pasar.
Ia menduga ada pihak tertentu yang berusaha memanfaatkan situasi meningkatnya permintaan telur, terutama setelah pemerintah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program tersebut membuat permintaan telur melonjak signifikan dan berdampak langsung pada pergerakan harga di pasaran.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Rapel Pensiunan PNS Tak Dibatalkan, Verifikasi Sudah Capai 90 Persen
Meski mengakui kenaikan harga memberikan keuntungan bagi sebagian peternak, Amran menekankan bahwa harga tidak boleh naik secara liar karena ulah middleman atau tengkulak.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) telur sebagai acuan.
Setiap pelanggaran atas ketentuan harga akan ditindak tegas, termasuk pencabutan izin usaha.
Amran juga meminta Satgas Pangan bergerak cepat memetakan wilayah yang mengalami lonjakan harga, memastikan tidak ada aksi penimbunan atau manipulasi distribusi.
Baca Juga: Heboh! Kasus Santri MB Diselesaikan Damai, Tapi Benarkah Semua Luka Telah Pulih?
Menurutnya, praktik-praktik semacam ini sangat merugikan masyarakat dan bisa mengganggu stabilitas pangan.
Ia menginstruksikan jajarannya untuk memperketat pengawasan distribusi, khususnya di daerah produksi dan pusat perdagangan telur.
Untuk menjaga pasokan, pemerintah bersama pelaku industri perunggasan menyepakati peningkatan produksi telur secara bertahap.
Baca Juga: Legislatif Temui Kapolresta Serang, Soroti Keamanan dan Layanan Publik
Upaya ini dilakukan melalui penambahan pasokan Day-Old Chick (DOC) serta Grand Parent Stock sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok nasional.
Amran meyakini peningkatan produksi akan membantu menstabilkan harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.
Di sisi lain, peternak menyambut positif langkah pemerintah. Mereka berharap pengawasan ketat terhadap tengkulak dapat menciptakan pola perdagangan telur yang lebih adil.
Baca Juga: Swadaya Warga RT 019 Plawad Berbuah Manis, Kas Sosial Terkumpul Rp 7 Juta Lebih
Selama ini, peternak kerap berada pada posisi lemah ketika berhadapan dengan middleman yang mengatur harga di tingkat pasar.
Dengan adanya ancaman pencabutan izin, peternak menilai pemerintah benar-benar serius memberantas praktik yang merugikan sektor perunggasan.
Meski begitu, sejumlah pengamat menilai bahwa pengawasan distribusi harus dilakukan secara konsisten.
Intervensi yang tidak berkelanjutan dikhawatirkan hanya akan menekan harga sesaat tanpa menyentuh akar masalah.
Baca Juga: Taspen Beberkan Satu Syarat Wajib Terkait Jadwal Pencairan Rapel Gaji Pensiunan PNS
Keseimbangan antara permintaan yang meningkat karena program MBG dan pasokan yang ditingkatkan harus dijaga melalui manajemen produksi dan distribusi yang solid.
Amran menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mencoba mengambil keuntungan dengan merugikan rakyat.
“Kalau ada yang main-main harga, cabut izinnya,” tegasnya. Dengan komitmen ini, pemerintah berharap stabilitas harga telur dapat kembali terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pengendalian pangan dapat meningkat.***




