POJOKSATU.ID - Kementerian Sosial menaruh perhatian besar terhadap ketelitian dan kecepatan proses penanganan darurat bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur.

Penanganan darurat yang cermat dipandang menjadi kunci utama agar bantuan lanjutan serta santunan bagi ahli waris dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Jajaran Kemensos telah menginstruksikan seluruh tim di lapangan untuk memverifikasi data korban meninggal, warga terluka, hingga tingkat kerusakan pemukiman secara detail.

Validasi data tersebut tidak boleh hanya cepat, melainkan harus memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Puluhan Korban Jiwa Terdata di Berbagai Daerah

Hasil pendataan tersebut akan menjadi landasan utama pemerintah dalam menentukan bentuk intervensi sosial berikutnya.

Keberadaan Wakil Menteri Sosial di lokasi bencana dimaksimalkan untuk mengawal secara langsung seluruh proses penanganan darurat di lapangan.

Misi utama peninjauan ini adalah memastikan pengungsi mendapatkan tempat tinggal sementara yang aman serta ketersediaan pangan yang mencukupi.

Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak menjadi sasaran pelayanan prioritas yang harus dijangkau tanpa hambatan.

Baca Juga: Kemensos Gelontorkan Bantuan Logistik Miliaran Rupiah untuk Korban Gempa NTT

Kehadiran pejabat kementerian di lapangan juga ditujukan untuk memperkuat jalur koordinasi dengan pemerintah daerah serta badan penanggulangan bencana setempat.

Jika ditemukan kekurangan stok logistik di lapangan, keputusan penambahan bantuan akan langsung diambil di tempat secara cepat.

Selain penanganan pada masa kritis, pemerintah pusat juga sudah memetakan langkah-langkah pemulihan pascadarurat bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Kementerian Sosial menegaskan bahwa negara akan selalu hadir mendampingi masyarakat hingga seluruh dampak sosial pascabencana dapat ditangani sepenuhnya.

Kerjasama erat bersama TNI, Polri, Basarnas, serta sukarelawan terus dibina untuk menjamin seluruh titik pengungsian terlayani dengan layak.

Evaluasi terhadap fasilitas pengungsian dan dapur umum akan dilakukan secara berkala sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Keselamatan dan kenyamanan warga yang terdampak menjadi tolok ukur utama keberhasilan dari seluruh rangkaian operasi kemanusiaan ini.***