POJOKSATU.id, JAKARTA— Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Waketum PKB Jazilul Fawaid seperti penasaran melihat video yang dimiliki Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Mensesneg malah bertanya apa benar ada video mengenai borok pejabat negara di masa Jokowi ini. Dia tak terlalu yakin. Namun kalau ada sebaiknya disampaikan ke aparat penegak hukum.
Begitu juga Waketum PKB Jazilul Fawaid agak penasaran dengan video tudingan dari Hasto Kristiyanto ini.
Mensesneg Prasetyo Hadi yang berasal dari Gerindra ini dengan tegas mempersilakan video tersebut disampaikan ke penegak hukum jika memang ada.
"Ah ya emangnya ada? Kalau ada ya disampaikan aja. Kan semua kan landasannya hukum ya. Fakta hukum lah," kata Prasetyo di Indonesia Arena GBK, Jakarta, Sabtu (28/12/2024).
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 3 Tips Aman Menggunakan Mobil Listrik Saat Libur Nataru 2025
Sementara Waketum PKB Jazilul Fawaid mengaku penasaran dengan video tudingan Hasto ini dan juga tidak yakin akan video itu.
"Saya sih tidak percaya adanya video tersebut sebab untuk apa menyimpan rekaman video kejahatan apalagi menyebarkannya," kata Waketum PKB Jazilul, Minggu (29/12/2024).
"Ini bikin penasaran saja, video apa itu?" katanya lagi.
Jazilul mengingatkan Hasto jika video tersebut tidak valid dan menjurus ke perbuatan fitnah, dia menyebut hal itu bisa menjadi delik pidana, perbuatan tidak menyenangkan atau fitnah kepada seseorang.
Sebelumnya, PDIP melalui juru bicaranya, Guntur Romli, memberi pembelaan ke Hasto. Menurut Guntur, Hasto tidak sedang menyamakan dirinya dengan Bung Karno.
Baca Juga: Gideon Tengker Bertemu Kedua Cucunya, Begini Reaksi Rieta Amalia
Namun dengan mengutip Bung Karno, Hasto ingin mengajak warga kembali buku-buku Bung Karno khususnya 'Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia' dan meneladani perjuangan Bung Karno.
Menurutnya, tidak ada alasan untuk takut dan takluk, karena seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahwa ketakutan adalah ilusi.
Menurut Guntur, spirit dari ucapan Bung Karno adalah menegaskan perjuangan tidak mengenal titik akhir.
Meski penjajah sudah terusir, namun cara-cara penjajahan masih bisa dilakukan oleh mereka yang mengaku sebagai satu bangsa.
“Dan juga pembunuhan karakter terhadap lawan politik dengan politisasi kasus hukum, seperti yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda terhadap Bung Karno yang menjebloskannya ke penjara dan melakukan pengasingan," jelas Guntur Romli dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/12/2024).
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membawa-bawa nama Bung Karno usai dirinya menjadi tersangka KPK terkait kasus Harun Masiku.
Melalui video yang disebar, Hasto mengklaim penetapan tersangkanya adalah bentuk intimidasi.***




