POJOKSATU.id, JAKARTA – Menko PMK Muhadjir Effendy melontarkan wacana naik haji cuma sekali bagi umat Muslim Indonesia. Muhadjir memberi alasan banyaknya lansia yang antri naik haji saat ini.

Menko PMK Muhadjir membuka wacana berhaji cuma sekali ini saat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional yang digelar Kemenko PMK pada Kamis (24/8/2023).

Muhadjir menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Kesehatan Haji yang digelar oleh Kedeputian Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK.

Baca Juga: Disebut Dekat dengan Habib Rizieq, Tenyata Habib Umar Sudah Berdakwah di Indonesia Sejak 1994

Menurut Muhadjir, wacana berhaji cuma sekali ini memungkinkan untuk memotong lamanya antrean keberangkatan haji di Indonesia.

Dengan kata lain, pemerintah melarang masyarakat untuk pergi haji lebih dari satu kali.

Ia menilai bahwa kewajiban haji bagi yang mampu hanya satu kali, karena itu kesempatan selanjutnya harus diberikan kepada masyarakat yang belum menunaikan ibadah haji.

"Wacana ini perlu dibahas karena jemaah haji yang semakin menua berimplikasi terhadap kesehatan," ungkap Muhadjir sesuai siaran pers Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jumat (25/8/2023).

Baca Juga: Jadwal Bola Hari Ini 25 Agustus 2023: Madura United, Persija, Chelsea, Real Madrid dan Al Nassr

Muhadjir menilai, kegiatan seminar tersebut penting dan harus mendapatkan kesimpulan yang dapat direkomendasikan dan diimplementasikan untuk memperbaiki pelayanan haji, khususnya di sektor kesehatan.

Mengingat ke depan persoalan kesehatan akan semakin kompleks karena semakin banyak jemaah lansia.

"Semakin banyak yang lansia karena antrian yang panjang. Itu masalah serius yang harus dipersiapkan," ujarnya.

Hadir sebagai pembicara lain dalam seminar itu yaitu Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief, Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Firman M Nur, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua BAZNAS Noor Achmad, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji Fadlul Imansyah.

Juga hadir memberi sambutan Ketua Umum Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia Dede Anwar.

Berdasarkan data penyelenggaraan haji pada tahun 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 43,78 persen jemaah berusia lebih dari 60 tahun.

Sedangkan, jemaah haji Indonesia yang meninggal pada tahun itu mencapai 774 orang atau 3,38 permil dengan mayoritas berumur lansia.***