POJOKSATU.ID — Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, atau sekitar Rp750 triliun, telah dialokasikan untuk sektor pendidikan.
Hal ini disampaikan dalam diskusi Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 yang digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Kamis (7/8/2025).
“20 persen dari APBN didesain untuk pendidikan, itu mandat konstitusi. Tahun ini anggarannya Rp750 triliun,” ujar Sri Mulyani.
Menurutnya, dukungan keuangan negara menjadi fondasi utama dalam mendorong penguasaan sains dan teknologi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing ekonomi nasional.
Dalam forum yang dihadiri 3.000 peserta, termasuk ilmuwan, akademisi, CEO BUMN, hingga diaspora Indonesia, Sri Mulyani menekankan bahwa transformasi berbasis teknologi menjadi keharusan di tengah ketatnya persaingan global.
“Sains dan teknologi bisa menaikkan kesejahteraan. Dunia saat ini didominasi oleh teknologi. Indonesia harus memilih untuk menjadi pelaku, bukan hanya ajang dalam kompetisi global,” tegasnya.
Baca Juga: LBH Arya Mandalika Minta Polisi Bongkar Praktik Kotor Mafia Proyek di Dinas PUPR Karawang
KSTI 2025 digelar selama tiga hari, 7–9 Agustus 2025, dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah menteri.
Konvensi ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat integrasi antara riset, pendidikan tinggi, dan industri, dengan fokus pada delapan sektor prioritas nasional, seperti energi, kesehatan, pertahanan, hingga digitalisasi dan manufaktur maju.
Sri Mulyani berharap konvensi ini dapat memperkuat kerja sama lintas sektor demi menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Baca Juga: Final! Honorer Non Database BKN Gagal Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu 2025
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
“Ini harus menjadi kerja bersama antara akademisi, industri, dan pemerintah,” tutupnya. ***



