POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan peresmian 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan sekaligus peletakan batu pertama atau groundbreaking 104 Sekolah Rakyat permanen yang akan dibangun di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kunjungannya, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyempatkan diri berdialog dengan siswa, tenaga pendidik, serta pengelola Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Ternyata Peluang Jadi CPNS Lulusan SMA/K Masih Terbuka Lebar Tak Hanya Formasi Polisi Kehutanan!
Ia menaruh perhatian khusus pada perkembangan para siswa, terutama dari sisi kesehatan dan kondisi fisik.
Menurut Gus Ipul, perubahan yang dialami siswa Sekolah Rakyat terlihat cukup signifikan. Ia menilai para siswa kini tampak lebih sehat dan bugar dibandingkan sebelumnya.
Bahkan, ia sempat menyoroti kondisi seragam sekolah yang dinilai sudah tidak lagi pas bagi sebagian siswa.
Baca Juga: Kemenhut Buka Peluang 3.150 Formasi Polhut Ahli Pertama S1, Jalur CPNS Jadi Prioritas?
“Anak-anak terlihat lebih sehat, lebih segar. Bahkan ada yang seragamnya sudah terasa sempit,” ujar Saifullah Yusuf, dikutip pojoksatu.id dari detik.com.
Gus Ipul menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga berdampak positif terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan siswa.
Menurutnya, lingkungan belajar yang baik, dukungan asupan gizi, serta perhatian terhadap kesejahteraan anak turut berkontribusi pada tumbuh kembang mereka.
Baca Juga: Sosok Kepala KPP Madya Jakut Dwi Budi Iswahyu yang Baru Setengah Tahun Dilantik Sri Mulyani
Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat perlindungan sosial bagi peserta didik.
Dalam kesempatan itu, Mensos juga menegaskan pentingnya kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia menjelang peresmian Sekolah Rakyat secara nasional.
Baca Juga: Sampai Kapan Guru Menunggu Pencairan TPG THR 2025? Laporan ke Kemenkeu Paling Lambat 30 Juni 2026
Ia berharap seluruh titik Sekolah Rakyat, baik yang bersifat rintisan maupun permanen, dapat memberikan layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
“Kita ingin memastikan bahwa Sekolah Rakyat benar-benar menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh, bukan hanya akademik, tapi juga kesehatan dan karakter,” ujarnya.
Gus Ipul menambahkan, pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah diharapkan mampu memperluas jangkauan program ini.
Baca Juga: TelkomGroup Tuntaskan Pemulihan Infrastruktur di Sumatra, Jaringan Kembali Stabil 99,9 Persen
Dengan demikian, semakin banyak anak-anak yang mendapatkan akses pendidikan sekaligus perlindungan sosial yang memadai.
Kunjungan ke Banjarbaru ini menjadi bagian dari rangkaian pemantauan kesiapan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah.
Pemerintah menargetkan program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup anak-anak Indonesia.
Baca Juga: Gagap Teknologi? Ini Cara Ikut Promo Tambah Daya PLN 2026 Tanpa Ribet
Dengan semakin luasnya jaringan Sekolah Rakyat, pemerintah berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal dari akses pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Program ini pun diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.***




