POJOKSATU.id– Tragedi kebakaran di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Membuka babak baru dalam pemahaman publik mengenai bagaimana sebuah

Gedung perkantoran modern dapat menyimpan risiko mematikan ketika fungsi teknis dan operasional bercampur dalam satu struktur vertikal.

Baca Juga: Trailer Film Dokumenter David Bowie The Final Act Rilis! Ungkap Kisah di Balik Album Terakhir Blackstar

Gedung berlantai tujuh ini selama bertahun-tahun menjadi pusat aktivitas Terra Drone Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi drone industri.

Namun pada 9 Desember 2025, gedung yang tampak seperti kantor pada umumnya itu berubah menjadi titik bencana.

Setelah api muncul dari lantai satu dan membesar dalam hitungan menit.

Baca Juga: Momen Pegawai Memanjat Tangga Tipis Selamatkan Diri, Kebakaran Terra Drone Renggut 22 Nyawa

 

Lokasi dan Fungsi Gedung

Bangunan yang berdiri di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, ini berada di kawasan komersial yang padat aktivitas perkantoran.

Namun gedung ini tidak berfungsi seperti kantor konvensional.

Baca Juga: Trailer Film Dokumenter David Bowie The Final Act Rilis! Ungkap Kisah di Balik Album Terakhir Blackstar

Terra Drone Indonesia menggunakan bangunan tersebut bukan hanya untuk kegiatan administratif, tetapi juga untuk operasi teknis yang berkaitan dengan perangkat drone.

Sumber-sumber  menjelaskan bahwa lantai satu gedung berfungsi sebagai gudang penyimpanan berbagai perangkat, termasuk baterai drone bertenaga tinggi.

Sementara lantai dua hingga enam merupakan ruang kerja karyawan, teknisi, dan staf operasional yang menangani pemetaan, survei udara, hingga inspeksi industri.

Lantai tertinggi digunakan untuk kegiatan koordinasi dan rapat internal perusahaan.

Struktur gedung yang menggabungkan fungsi kantor dan fasilitas penyimpanan material teknis menjadikannya memiliki dinamika operasional yang berbeda.

Baca Juga: Kebakaran Landa Ruko Perkantoran di Cempaka Baru, Jakarta Pusat: 20 Korban Dikabarkan Meninggal

Aktivitas para teknisi dan staf administrasi berlangsung beriringan, sebuah pola yang ternyata menyimpan potensi bahaya jika tidak diimbangi dengan standar keselamatan ketat.

 

Awal Mula Tragedi: Risiko yang Diabaikan

Menurut laporan api pertama kali muncul dari lantai satu, tepatnya di area penyimpanan baterai drone.

Baca Juga: Kebakaran Landa Ruko Perkantoran di Cempaka Baru, Jakarta Pusat: 20 Korban Dikabarkan Meninggal

Baterai lithium yang digunakan untuk drone industri dikenal memiliki risiko tinggi jika mengalami kerusakan fisik, panas berlebih, atau korsleting.

Saksi mata menyampaikan bahwa asap pertama kali terlihat dari ruang gudang sebelum api membesar.

Beberapa karyawan sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam ringan.

Baca Juga: Tragedi Mencekam Kemayoran Diperkirakan 20 Nyawa Melayang dalam Sekejap di Gedung Terra Drone

Namun ledakan kecil dan cepatnya penyebaran api membuat upaya tersebut sia-sia.

Asap kemudian naik melalui jalur vertikal bangunan dan dengan cepat memenuhi lantai dua hingga enam.

Inilah yang menjadi penyebab utama banyak korban tidak dapat menyelamatkan diri.

Data sementara mencatat bahwa sebagian besar dari 20 korban meninggal dunia bukan karena terbakar, tetapi karena kehabisan oksigen akibat asap pekat yang memenuhi gedung.

 

Struktur Vertikal yang Memberi Dampak Fatal

Gedung tujuh lantai yang digunakan Terra Drone memang ideal untuk kegiatan perkantoran, namun menjadi sangat berbahaya ketika terjadi kebakaran yang berasal dari lantai dasar.

Dalam kasus ini, bangunan berfungsi seperti “cerobong” yang mengalirkan asap ke lantai atas dengan sangat cepat.

Baca Juga: Trailer Film Dokumenter David Bowie The Final Act Rilis! Ungkap Kisah di Balik Album Terakhir Blackstar

Jalur evakuasi yang biasanya aman menjadi tidak dapat diakses, dan banyak korban terjebak di lantai tiga hingga enam ketika asap mulai masuk melalui ventilasi dan koridor.

Keterangan dari petugas Damkar yang dikerahkan ke lokasi menegaskan bahwa evakuasi dilakukan melalui berbagai cara.

Mulai dari tangga darurat hingga menyelamatkan pekerja melalui jendela menggunakan tangga hidrolik.

Baca Juga: Trailer Film Dokumenter David Bowie The Final Act Rilis! Ungkap Kisah di Balik Album Terakhir Blackstar

Meski proses penyelamatan berlangsung cepat.

Karakteristik asap dari baterai lithium membuat situasi semakin sulit karena mengandung zat beracun yang mempercepat sesak napas.

 

Gedung Modern yang Menjadi Pelajaran Besar

Baca Juga: Momen Pegawai Memanjat Tangga Tipis Selamatkan Diri, Kebakaran Terra Drone Renggut 22 Nyawa

Gedung Terra Drone awalnya dirancang sebagai kantor modern yang dinamis.

Namun tragedi ini memperlihatkan bahwa fasilitas penyimpanan perangkat berisiko tinggi seharusnya berada.

Dalam area khusus dengan sistem proteksi kebakaran yang sesuai standar industri.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa gedung berlantai banyak membutuhkan mekanisme kontrol asap, ventilasi darurat.

Serta ruang penyimpanan terpisah untuk material teknis seperti baterai lithium.

Kebakaran Gedung Terra Drone tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mengungkap bahwa inovasi teknologi harus berjalan seiring dengan keselamatan kerja.

Baca Juga: Trailer Film Dokumenter David Bowie The Final Act Rilis! Ungkap Kisah di Balik Album Terakhir Blackstar

Profil gedung ini kini menjadi simbol pentingnya meninjau ulang standar keamanan bangunan yang digunakan untuk kegiatan teknis di tengah kawasan perkotaan.***