POJOKSATU.id, ENDE -- Relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) tiba di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8) sore untuk membantu korban gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu 15 Agustus lalu.

Usai disambut Kadinkes Ende, Fransisca Nusanumba Ero, di kediamannya, relawan mengunjungi RSUD Ende, Sabtu malam.

Sabtu malam, para pasien masih dirawat di tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman terbuka di depan gedung RSUD Ende untuk mengantisipasi kerusakan bangunan akibat gempa susulan yang masih sering terjadi.

Baca Juga: Cek Uang Saku MagangHub Kemnaker 2026 Tiap Daerah, di Seluruh Jawa dan Sumatera, Paling Besar di Daerah Ini

Kadinkes bersama Kabid Pelayanan Medik Dinkes Ende Berto Rimba, Dirut RSUD Ende Ester Puspa Jelita, dan lainnya duduk melingkar bersama relawan GAN di depan RSUD dan menjelaskan kondisi pasca-gempa NTT.

Kadinkes Ende, Fransisca Nusanumba Ero, menjelaskan kondisi terkini fasilitas kesehatan hingga tenaga kesehatan setelah seminggu dilanda gempa NTT.

Dari penjelasan Kadinkes, tenaga kesehatan mulai kelelahan di rumah sakit di sana, salah satunya di RSUD Ende.

Baca Juga: Mengenal Hotspot Karhutla, Titik Panas yang Dipantau Lewat Satelit

Delay Empat Jam

Setelah delay selama sekira 4 jam di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), relawan GAN akhirnya terbang menuju Kabupaten Ende sekira pukul 15.20 waktu setempat dan tiba di Bandara H Hasan Aroeboesman Ende pukul 16.30, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Setibanya di Kabupaten Ende, relawan GAN langsung menuju ke kediaman Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ende, Fransisca Nusanumba Ero, ditemani Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ende, Berto Rimba.

Baca Juga: Viral Bantuan Gempa NTT 10 Telur 15 Kg Beras 250 ml Minyak 1 Dus Mi Instan untuk 1 RT 30 KK, kok BNPB Catat 776 Ton Logistik?

“Saya berterima kasih kepada tim Gerakan Anak Negeri yang sudah menunjukan kepeduliannya. Nanti kita akan bergerak bersama ke wilayah-wilayah yang butuh penanganan,” ujar Kadinkes, Fransisca Nusanumba Ero.

Dalam misi kemanusiaan ini, ada delapan relawan GAN yang berangkat ke NTT, yakni Koordinator GAN Iqbal Muhammad, Tim Advance Arie Sudharisman, dokter dari RSUD KISA Depok Farish Maulana Irfan dan dua Paramedis Topan Aditya Hendra W dan Adi Nurrochman Madjid.

Selain itu, aja juga dua relawan spesialis refleksi dari Cimande Ihwan Setiawan dan Muhamad Fadilah, serta satu jurnalis Nur Arifin.

Relawan Gerakan Anak Negeri juga membawa obat-obatan dan berencana tinggal beberapa hari ke depan untuk membantu pemulihan pasca-bencana.***