POJOKSATU.id, SUMUT - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang, sejumlah lembaga survei menempatkan 3 nama calon yang saling besaing ketat.
Ketiga nama tersebut adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Rasyid Baswedan. Menurut hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada pekan lalu di wilayah Sumatera Utara (SUmut), Prabowo Subianto meraih elektabilitas tertinggi dengan angka 50%, disusul Anies Baswedan 32,6% dan terakhir Ganjar Pranowo 16,2%.
Terkait dengan hal itu, pengamat politik asal Sumut, Dr Sakhyan Asmara menilai nama ketiga calon mendapatkan peluang yang sama besarnya di Sumut pada Pemilu 2024.
"Ketiganya, baik Ganjar, Prabowo, maupun Anies akan berimbang di Sumut. Sebab, masyarakat Sumut adalah pemilih-pemilih fundamental," kata Sakhyan, Sabtu (10/6/2023).
BACA JUGA: PA 212 Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Kubu Habib Rizieq Hanya No Comment
Indonesia tidak bisa lepas dari politik identitas, kata Sakhyan, termasuk Sumut yang begitu pluralisme. Masing-masing bakal calon presiden berpotensi memiliki kekuatan yang berimbang di Sumut.
Menurut kacamata pengamat politik ini, Ganjar Pranowo kemungkinan akan meraih besar dari wilayah dataran tinggi, Pantai Barat, Pulau Nias, kawasan Tapanuli Utara dan sekitarnya, hingga kawasan Toba, Simalungun, Samosir dan sekitarnya.
Sedangkan di kawasan Pantai Timur, yakni Labuhanbatu dan sekitarnya, hingga sebahagian Langkat, akan diperebutkan oleh Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
BACA JUGA: Momen Presiden Jokowi Tanya Siapa Pemenang Pilpres 2024 di Singapura, Minta Maaf sampai 3 Kali
"Kota Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) hingga Langkat dan Serdang Bedagai, merupakan wilayah yang akan menjadi fokus bagi setiap kontestan politik di Sumut. Tapi saya menilai, ketiganya juga akan berimbang di wilayah Medan, Binjai, Deliserdang dan sekitarnya,” sebutnya.
Karena menurutnyam wilayah tersebut merupakan lumbung suara terbesar. Sehingga apabila menang di wilayah tersebut, maka akan memenangkan pemilihan di Sumut.
Terkait pengaruh partai politik terhadap ketiga bakal Capres, Sakhyan mengatakan, saat ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik cukup rendah. Sehingga masyarakat akan lebih menilai sosok yang maju sebagai bakal calon presiden, bukan partai politik yang mendukungnya.
“Kita yakin, masyarakat lebih menilai sosok, bukan parpol pendukung, khususnya di Sumatera Utara,” tutupnya. (TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Koalisi Pengusung Anies Baswedan Terancam Bubar di Tengah Jalan, Kuncinya Ada di AHY




