POJOKSATU.id, JAKARTA-- Titiek Soeharto, putri dari mantan Presiden Soeharto, selalu menjadi sorotan publik, terutama karena kiprah politiknya yang kental dengan warisan sang ayah.

Mengawali kariernya di Partai Golkar, Titiek sempat berpindah ke Partai Berkarya sebelum kini aktif di Partai Gerindra.

Langkah politiknya penuh kontroversi, termasuk soal kepemilikan saham di beberapa perusahaan besar.

Kehidupan mewahnya juga sering menjadi pembicaraan. Dikenal sebagai penyuka barang branded, Titi kerap terlihat dengan tas Chanel seharga ratusan juta dan aksesoris mahal lainnya.

Baca Juga: Begini Penegasan Wapres Gibran Terutama Makan Siang Gratis di Hadapan Forkopimda

Tak hanya itu, rumahnya di Yogyakarta dan Jakarta yang berdesain klasik dan modern memperkuat kesan prestisius.

Selain soal gaya hidup, kekayaannya juga menjadi perhatian. Sebagai pewaris keluarga Cendana, harta Titiek diperkirakan mencapai Rp 709 miliar, dengan banyak aset berupa properti dan saham.

Namun, Titiek juga aktif berbisnis di sektor kehutanan, media, dan transportasi yang tersebar hingga mancanegara.

Bukan sekadar pebisnis dan politisi, Titiek juga aktif dalam aktivitas sosial. Dia pernah menjabat sebagai ketua Yayasan Seni Rupa Indonesia, menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan seni dan budaya di Indonesia.

Baca Juga: Sempat Tolak Timnas Indonesia, Kiper Bundesliga Daniel Klein Kini Tertarik Gabung Skuad Garuda

Hobi mahalnya, seperti golf dan menembak, menambah daftar panjang gaya hidup mewahnya. Kedekatannya dengan kalangan bangsawan dan elite membuatnya kerap terlihat dalam acara bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri.

Kontroversi sering menyertai langkahnya, salah satunya terkait perannya di SCTV saat Piala Dunia 2006.

Kritikan terhadap posisinya sebagai pembawa acara mengundang tanya soal pengaruh keluarga Cendana di balik layar.

Perjalanan Titiek menimbulkan pertanyaan publik, apakah warisan politik dan ekonomi keluarga Cendana akan tetap dominan di Indonesia.***