POJOKSATU.ID - Dunia pencak silat Indonesia dan masyarakat Tanah Air berduka atas wafatnya tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI), Eddie Nalapraya.

Pria yang dikenal sebagai Bapak Pencak Silat Dunia ini menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada Selasa (13/5/2025).

Eddie Nalapraya meninggal dunia dalam usia 93 tahun. Jenazahnya telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada hari yang sama dengan penuh penghormatan militer.

Baca Juga: Donald Trump Cabut Semua Sanksi bagi Negara Suriah, Berkat Lobi-lobi Turki dan Arab Saudi

Kabar duka ini tidak hanya menyentuh dunia bela diri, tetapi juga mencuatkan kembali jasa-jasa besar Eddie di bidang militer, pemerintahan, hingga kebudayaan.

Kiprah Eddie sebagai tokoh nasional mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Beliau bukan hanya tokoh Betawi tertua dan Ketua Majelis Adat Betawi, tapi juga tokoh dunia pencak silat," tulis Anies melalui akun resmi X @aniesbaswedan.

Baca Juga: Jokowi Temui Kasmudjo Dosen Pembimbing Akademiknya di UGM, Rismon Sianipar Malah Tuduh Ganti Peran

"Di bawah kepemimpinan beliau, pencak silat Indonesia menjelajah dunia dan menjelma sebagai warisan budaya tak ternilai," lanjutnya.

Profil dan Latar Belakang Eddie Nalapraya
Lahir pada tahun 1932, Eddie Nalapraya dikenal sebagai sosok yang teguh, nasionalis, dan berdedikasi tinggi dalam setiap peran yang diembannya.

Ia mengawali kariernya sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan bergabung dalam Detasemen Garuda Putih saat berlangsungnya Agresi Militer Belanda I.

Pendidikan militernya ditempuh secara komprehensif, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Baca Juga: BRI Perkuat Strategi Risiko, Jaga Kredit UMKM Tetap Sehat di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Salah satu pencapaian akademiknya yang paling menonjol adalah ketika ia mengikuti pendidikan di Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Amerika Serikat—sebuah lembaga prestisius yang mencetak para pemimpin militer dunia.

Karier Militer dan Pemerintahan
Karier militer Eddie terus menanjak hingga mencapai pangkat Mayor Jenderal TNI.

Ia pernah menduduki posisi penting, seperti Komandan Kodam V/Jaya dan Asisten Teritorial Menteri Pertahanan dan Keamanan.

Tak hanya di militer, Eddie juga berkontribusi dalam dunia pemerintahan.

Baca Juga: BRI Perkuat Strategi Risiko, Jaga Kredit UMKM Tetap Sehat di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1984–1987 mendampingi Gubernur R. Suprapto.

Perannya dalam pemerintahan turut menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan daerah dan pelayanan publik.

Dedikasi untuk Pencak Silat Indonesia
Eddie Nalapraya adalah figur sentral dalam pengembangan dan pelestarian pencak silat di Indonesia maupun dunia.

Sejak menjabat sebagai Ketua Umum IPSI pada tahun 1981, ia melakukan berbagai upaya strategis untuk mengangkat pencak silat ke panggung internasional.

Baca Juga: Bakteri E Coli dan Salmonell jadi Penyebab 214 Siswa Keracunan MBG di Bogor

Puncaknya terjadi pada tahun 1980 saat Eddie mendirikan Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (PERSILAT), sebuah organisasi internasional yang memperkenalkan dan mengembangkan pencak silat ke berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Amerika.

Berkat perjuangannya selama puluhan tahun, pencak silat resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada tahun 2019—sebuah tonggak bersejarah yang tak lepas dari peran besar Eddie Nalapraya.

Baca Juga: Viral Video Warga Getok-getok Mortir Pakai Martil Sebelum Ledakan Amunisi di Cibalong Garut

Warisan dan Inspirasi
Wafatnya Eddie Nalapraya meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan besar yang akan terus hidup.

Kiprah dan dedikasinya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya Indonesia dan berkontribusi bagi bangsa dalam berbagai bidang.

Sebagai Bapak Pencak Silat Dunia, Eddie Nalapraya tidak hanya memperjuangkan seni bela diri tradisional Indonesia, tetapi juga mengangkat martabat bangsa di mata dunia.

Baca Juga: Starting XI Pemain Gratisan, Kontrak Berakhir Juni 2025: Skuad Mewah dengan Trio Ronaldo, Messi dan Neymar

Selamat jalan, Jenderal. Jasamu akan abadi dalam sejarah bangsa dan dunia pencak silat. ***