POJOKSATU.id, JAKARTA—Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (33) yang gugur di Lebanon selatan akibat serangan Israel dikenal sebagai perwira Kopassus berprestasi.

Zulmi kini dianugerahi pangkat Mayor Anumerta oleh Pemerintah RI. Rekannya di Kopassus mengenangnya sebagai sosok yang selalu terlibat misi penting dan evakuasi pasukan gerak cepat.

Salah satu yang mengenang Kapten Inf Zulmi yaitu Kapten Inf Sudargo Guntoro, rekan satu angkatan lulusan Akmil 2015.

Ia menuturkan, sejak masa pendidikan Zulmi dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan religius.

Baca Juga: Panglima TNI Pimpin Pemakaman Kapten Zulmi di TMP Cikutra Bandung, Dia Prajurit Terbaik Kopassus

“Selama almarhum bersama kami, orangnya humble dan ibadahnya juga kuat,” ujar Sudargo, Minggu, 5 April 2026.

Di mata rekan-rekannya, Zulmi bukan hanya sosok bersahaja, tetapi juga prajurit yang dapat diandalkan dalam setiap penugasan.

“Kalau soal tugas, setiap diberi perintah pasti selalu berhasil. Itu yang kami rasakan saat sama-sama penugasan di Papua,” katanya.

Pengalaman operasi di wilayah konflik, khususnya Papua, disebut menjadi bagian penting yang membentuk karakter dan profesionalisme almarhum.

Baca Juga: Sosok Perwira Kopassus Kapten Zulmi Aditya Gugur di Usia Muda Diserang Israel, Lulusan Akmil 2015

Kapten Zulmi bahkan kerap dipercaya menjalankan misi-misi krusial, termasuk operasi evakuasi di daerah berisiko tinggi.

“Beliau sering terlibat evakuasi sebagai pasukan gerak cepat. Karena itu sering ditunjuk dalam misi-misi penting,” ungkapnya.

Meski demikian, Sudargo mengaku tidak sempat berkomunikasi terakhir dengan almarhum sebelum kabar duka datang.

Kenangan kebersamaan, termasuk saat mengikuti pendidikan lanjutan pada 2023, masih membekas kuat.

“Di Akmil satu organisasi, di pendidikan lanjutan juga sempat bersama,” kenangnya.

Kepergian Mayor Zulmi menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar alumni Akmil 2015. Solidaritas yang terbangun selama bertahun-tahun membuat duka terasa semakin mendalam.

Kapten Sudargo berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, sementara para rekan seangkatan tetap saling menguatkan.

“Semoga keluarga diberi ketabahan dan teman-teman tetap solid,” tutupnya.***