POJOKSATU.ID – Inilah sosok Silvia Ratnawati Brodjonegoro yang tengah ramai diperbincangkan publik.

Yang mana, istri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro ini disebut-sebut dalam aksi demonstrasi sang suami.

Seperti diketahui, Satryo Soemantri Brodjonegoro didemo para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendikti Saintek.

Baca Juga: Dari Petani ke Pengusaha?

Sebab, suami Silvia Ratnawati ini disebut para pegawainya telah bertindak arogan dengan jabatan yang diembannya.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media solobalapan.jawapos.com pada Selasa (21/1/2025).

Dalam artikelnya, Silvia dikonfirmasi merupakan sosok istri Mendikti Saintek yang sebelumnya ramai didemo ASN.

Baca Juga: Siapa Istri Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro? Ramai Disebut dalam Aksi Demo Para ASN

“Istrinya adalah Silvia Ratnawati Brodjonegoro, seorang wanita yang memiliki kedekatan dengan sosok penting di pemerintahan,” jelas dikutip.

Diketahui, Silvia dan Satryo membangun rumah tangga yang dikaruniai dua anak, salah satunya Diantha Soemantri.

Yang mana, Diantha merupakan salah satu guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).

Baca Juga: Apa Itu Guinness World Record? Kini Ramai Disebut Publik Usai Mendikti Satryo Soemantri Brodjonegoro Didemo Para ASN

Namun, keterlibatan Silvia dalam kasus yang menyeret suaminya ini masih menjadi perbincangan publik.

Beberapa diantaranya menyebutkan bahwa Silvia secara tidak langsung terlibat dalam sikap arogansi Mendikti Saintek.

Seperti diketahui, sosok Silvia ramai dikuliti publik lantaran disebut dalam aski demo sang suami pada Senin (21/1/2025).

Baca Juga: Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro Bantah Tudingan Arogan Pemecatan Pegawai: Tidak Benar Itu

Di mana, nama Silvia dicantumkan dalam sebuah spanduk oleh para ASN saat tengah menggelar aksi demonstrasi.

“Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri. Kami ASN dibayar oleh negara, bekerja untuk negara bukan babu keluarga,” jelas tertulis dalam spanduk. ***