POJOKSATU.ID- Rabu Wekasan, adalah istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada hari terakhir dari bulan Syawal dalam kalender Islam, hari ini disebut juga sebagai Rabu Pungkasan atau Rabu Terakhir.

Istilah musibah turun di Rabu Wekasan, mencerminkan kepercayaan atau tradisi dalam budaya Jawa yang menganggap bahwa pada hari Rabu Wekasan, yang merupakan hari terakhir bulan Syawal dalam kalender Islam, ada kemungkinan terjadinya musibah atau bencana.

Tradisi ini sering dikaitkan dengan kepercayaan bahwa pada hari tersebut, beberapa orang percaya bahwa energi atau situasi tertentu dapat menyebabkan hal-hal buruk terjadi.

Baca Juga: Permudah Masyarakat Akses Buku, Pemprov Sumut Luncurkan Aplikasi Literasi Permata

Sebagian orang menganggap, di Rabu Wekasan agar lebih berhati-hati, dan disarankan atau melakukan doa sebanyak-banyaknya, untuk menghindari atau mengatasi potensi musibah.

Dalam Budaya Jawa meyakini, Allah SWT menurunkan sedikitnya 320 ribu bencana ke muka bumi pada hari tersebut, makanya disebut sebagai dalah bulan sial.

Berdasarkan kalender 2024, ada dua versi mengenai tanggal Rabu Wekasan di tahun ini.

Pertama, jatuh pada tanggal 23 Safar 1446 H atau 28 Agustus 2024. Sedangkan versi kedua, Rabu Wekasan jatuh pada 30 Safar bertepatan 4 September 2024.

Baca Juga: Download 5 Contoh Jurnal Pembelajaran Modul 1 PPG Guru Tertentu 2024, SIAP UPLOAD GRATIS TANPA BAYAR

Perbedaan tanggal itu berkaitan dengan apakah umur bulan Safar 1446 ini hanya 29 hari ataukah istikmal 30 hari.

Namun berdasarkan hasil rukyat, Rabu Wekasan pada Safar 1446 H ini akan terjadi pada Rabu, 4 September 2024 atau bertepatan dengan 30 Shafar 1446 H.

Salah satu ulama Indonesia, Almarhum K.H Maemon Zubair, menjelaskan mengapa Rabu Wekasan itu dikenal sebagai hari yang sial dan diturunkannya musibah.

Hal ini bermula pada penamaan Rabu Wekasan karena berada di bulan safar. Safar sendiri memiliki artinya kuning. Dan setiap yang kuning itu artinya pucat menurut orang Arab.

Baca Juga: Trinusa Cabut Laporan PT Migas Kota Bekasi ke KPK

“Kalo pucat berarti kosong. Jadi seakan-akan bulan yang kosong itu bulan safar,” jelasnya K.H Maemon Zubair dalam YouTube ppalanwarsalang.

Sebagian ulama ahli kasyaf mengatakan, pada hari Rabu Wekasan itu tempat tumpuan bala dan cobaan.

Sehingga untuk menolah balak pada Rabu Wekasan ini caranya adalah dengan ingat sang pencipta. Segala hal yang akan terjadi kita serahkan kepada Allah SWT. Makan dipastikan kita semua akan selamat dari bahaya dan balak.

Berikut ini amalan yang harus dibaca ketika memasuki Rabu wekasan:

Sholat 4 rakaat.
Membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali.
Membaca surat Al-Ikhlas 5 kali.
Membaca surat Al-Falaq dan surat An-Nas.

Semoga Allah senantiasa menjauhkan kita dari musibah dan melindungi kita semua ***