POJOKSATU.id, Kalbar – Nama Pulau Penebang memang belum setenar sejumlah kawasan industri besar di Indonesia.

Namun, pulau yang berada di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, itu kini mulai mencuri perhatian sebagai salah satu pusat pengembangan industri berbasis hilirisasi mineral.

Di kawasan tersebut tengah dibangun Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola PT Dharma Inti Bersama (DIB).

Baca Juga: Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya

Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pengolahan bauksit menjadi produk bernilai tambah, mulai dari alumina hingga aluminium, sejalan dengan program hilirisasi yang terus didorong pemerintah.

Direktur KIPP Rasnius Pasaribu mengatakan, pembangunan kawasan industri tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan sektor manufaktur, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

"Kami melihat pengembangan kawasan industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pembangunan kawasan tidak hanya berfokus pada infrastruktur industri, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat," ujar Rasnius.

Baca Juga: Diduga Ada Honorer Siluman, Aliansi R2 R3 Minta Uji Kompetensi Guru di Jatim Diaudit

Kehadiran KIPP menjadi warna baru bagi Pulau Penebang yang selama ini lebih dikenal sebagai kawasan pesisir dan perikanan.

Seiring berlangsungnya pembangunan kawasan industri, aktivitas ekonomi baru mulai tumbuh dan membuka peluang usaha maupun lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Selain membangun infrastruktur kawasan, perusahaan juga menjalankan berbagai program pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Lulus SMMPTN-Barat USK 2026? Simak Jadwal Daftar Ulang, Pengisian UKT hingga Registrasi Lengkap

Salah satunya melalui Program Pelita Penebang yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan dan sertifikasi keterampilan.

Pada tahap awal, program tersebut memberikan pelatihan operator overhead crane bagi pekerja di area batching plant.

Para peserta terlebih dahulu mengikuti proses seleksi yang meliputi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara sebelum dinyatakan lolos mengikuti pelatihan.


Mendukung Hilirisasi dan Pertumbuhan Daerah

Pengembangan Pulau Penebang menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia melalui kebijakan hilirisasi.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah sekaligus memperkuat industri pengolahan di dalam negeri.

Baca Juga: Ma'had Al-Jami'ah UIN Jakarta Buka Penerimaan Mahasantri Baru 2026-2027, Ini Jadwal, Biaya, dan Tata Tertibnya

Dalam peringatan HUT ke-19 Kabupaten Kayong Utara, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menegaskan bahwa investasi memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Kabupaten Kayong Utara terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Dalam Musrenbang RKPD 2027 pada Rabu (23/4/2026), Romi menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 5,89 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Kemenag Resmi Ganti Matsama jadi Matamuda Tahun Ini, Perpeloncoan Dilarang, Berikut Juknis Terbaru Masa Taaruf Siswa Madrasah

“Keberadaan PSN di Pulau Penebang berkontribusi pada pencapaian angka pertumbuhan ini,” ujar Romi.

Sementara itu, Rasnius menilai keberadaan kawasan industri tersebut berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru, tidak hanya bagi Kabupaten Kayong Utara tetapi juga Kalimantan Barat secara keseluruhan.

"Pengembangan kawasan industri membuka peluang terciptanya lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, serta tumbuhnya berbagai sektor pendukung seperti jasa, perdagangan, dan UMKM di Kabupaten Kayong Utara," katanya.

Baca Juga: Mentan Amran: Pembangunan Pertanian di Papua Harus Berbasis Kearifan Lokal

Meski demikian, ia menekankan bahwa pengembangan kawasan industri memerlukan dukungan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, hingga pengelolaan lingkungan menjadi faktor penting yang harus berjalan seiring.

Sejalan dengan proses pembangunan yang terus berlangsung, Pulau Penebang kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu kawasan strategis dalam peta hilirisasi nasional.

Dari kawasan pesisir di Kayong Utara, wilayah ini perlahan berkembang menjadi simpul baru industri berbasis nilai tambah di Kalimantan Barat.***