POJOKSATU.ID – Berikut sosok Ety Kuswandarini, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 3 Depok di Jawa Barat.
Seperti diketahui, nama Ety Kuswandarini belakangan ini tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.
Tidak lain, hal ini terjadi lantaran Kepsek SMP Negeri 3 Depok itu disebut sebagai beking kasus pelecehan oknum guru.
Baca Juga: Soal Imbalan Jatah Judi Online 50 Persen , KPK Dalami Kasus Suap Budi Arie
Usut punya usut, Ety Kuswandarini yang dituding terlibat dalam tindak asusila ini ternyata sempat raih penghargaan sebagai sosok inspiratif.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial pribadi milik Ety @etykuswandarini68 pada Jumat (23/5/2025).
Dalam unggahannya, Kepsek SMP Negeri 3 Depok ini turut meng-upload sebuah foto yang memeprlihatkan dirinya.
Baca Juga: Aksi Demo Simpatisan Suryatati-Ii Sumirat di Bawaslu Bengkulu Selatan Berujung Anarkis
Yang mana, dalam foto tersebut tampak jelas sosok Ety tengah memegang sebuah penghargaan dalam bentuk bingkai.
Diketahui, penghargaan itu didapatkan Ety lantaran terpilih sebagai sosok Kepala Sekolah Inspiratif Jenjang SMP sekawasan Depok.
Bukan main, dirinya yang berhasil mendapatkan prestasi itu juga menerima sejumlah uang tunai sebesar Rp7 juta.
Baca Juga: Bupati Madina Diminta Hapus Kebijakan Kepsek yang Pungut Uang Beli Baju dan Biaya Perpisahan Siswa
Namun, postingan yang menampilkan Ety tengah memegang penghargaan ini mendadak hilang dari peredaran sosial media.
Dikarenakan, Kepsek SMP Negeri 3 Depok ini telah merubah status akun Instagram-nya menjadi privat.
Alih-alih demikian, Ety yang mendapatkan penghargaan sosok inspiratif ini justru ramai dihujat publik.
Baca Juga: Aplikasi Twitter aka X Kembali Gangguan Ngadat: Notifikasi Ada, Isinya Kosong!
Dikarenakan, dirinya disebut sebagai kacung oknum guru yang terlibat skandal kasus pelecehan seksual.
Sebab, Kepsek SMP Negeri 3 Depok ini menyebutkan bahwa skandal tindak asusila itu hanya perkara sepele lantaran bersifat verbal.
Tidak heran, beberapa di antara warganet turut mendesak Ety agar turun dari jabatannya sebagai pimpinan sekolah.
Baca Juga: Menteri UMKM Gagas Koperasi Kemitraan: Solusi untuk Aplikator dan Mitra Ojek Online
“VERBAL ITU BUKAN CUMAAA YAAA, BUUUU!!! Ibu pas denger percakapannya gimana rasanya? Sy aja geli, Bu. Apalagi yg ngomong guru sendiri. Gak etis banget lagi isinya,” cuit @tami_imat.
“Bu better mundur bu dari jabatan. Malu bu ih. Klarifikasinya sangat blunder,” ketikan akun @aciddicaa.
“BU ETY BUUUK ISTIGFAR BUUK, yuk dipake rasa empatinya buk, pelecehan VERBAL gimana ceritanya ibuk bilang ‘HANYA’?,” cuit @najibahfauzii. ***



