POJOKSATU.id - Lolos dalam seleksi untuk masuk di universitas  unggulan Indonesia merupakan impian semua orang.

Begitu pula deretan anak muda ini, yang lolos meskipun umur mereka masih terbilang muda.

Menjadi mahasiswa baru 2023 dan menjadi mahasiswa termuda di universitas terbaik tanah air bukanlah hal yang mudah untuk didapatkan. Namun, para mahasiswa ini berhasil buktikan upaya mereka untuk dapat lulus di jurusan yang diinginkan.

Berikut ini deretan mahasiswa baru dengan umur termuda yang lolos di berbagai universitas negeri unggulan di Indonesia:

Baca Juga: Pendaftaran Makin Dekat, Ketua Umum Demokrat AHY Desak Anies Baswedan Segera Deklarasi Cawapres

1. Dyah Ayu Ardhana Reswar - Fakultas Kedokteran UI
Di usia yang baru 15 tahun, Dyah Ayu Ardhana Reswari berhasil menyandang status mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Dia lolos ujian masuk UI tahun 2023 melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).

Sebelumnya, dia sempat gagal seleksi lewat jalur masuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk meneruskan pendidikan ke FKUI.

Baca Juga: Babak I Persib vs Dewa United, Tangsel Warrior Sementara Unggul 1-0

Lulusan SMAN 1 Cileungsi, Bogor ini bercita-cita menjadi dokter sejak kecil. Ketertarikannya pada FKUI berawal dari materi sejarah tentang fakultas tersebut yang pernah dia pelajari di Sekolah Dasar (SD).

Dyah sempat dicibir sejumlah orang tentang mpiannya masuk FKUI yang dinilai terlalu idealis dan tidak realistis. Namun, berkat dukungan orang tua dan teman-teman, dia memberanikan diri untuk memilih FKUI di SNBT.

2. Alifia Pratiwi Pamungkas - Studi Teknik Laboratorium Medik Unair
Siswi asal SMAN 1 Genteng, Banyuwangi, Alifia Pratiwi Pamungkas lolos sebagai Mahasiswa Baru (Maba) di Universitas Airlangga (Unair) hasil SNBT 2023.

Dia menjadi salah satu maba termuda Unair di usia 16 tahun 3 bulan.

Baca Juga: Polisi Selidiki Pengobatan Spiritual di Tepi Danau Kuari Cigudeg Usai Tewaskan Tiga Orang

Alifia menjadikan program studi Teknik Laboratorium Medik Unair sebagai pilihannya. Hal itu tentu bukan tanpa sebab. Prestasi Unair di kancah nasional maupun internasional menjadi alasan untuk menapakkan kakinya di Unair.

Ketika duduk di bangku sekolah, Alifia tercatat sebanyak dua kali mengikuti program percepatan (akselerasi), yakni pada jenjang SMP dan SMA. Sebagai siswa akselerasi, Alifia memikul beban ganda dalam pembelajaran, terlebih lagi saat memasuki masa-masa UTBK.

Ia mengaku harus lebih cermat dalam mengatur waktu dan strategi belajar agar tetap seimbang antara kegiatan sekolah dengan persiapan UTBK.

Ia percaya bahwa segala kesulitan yang ia hadapi pasti akan berakhir. Berbaik sangka kepada takdir Tuhan, itulah kiranya prinsip yang terus ia pegang.

Baca Juga: Prabowo Janji Siap Melanjutkan Pembangunan Era Jokowi, Pengamat Ini Malah Bilang Begini

3. Arsinta Pramita Putri - S1 Keperawatan Unair
Dari jumlah Maba Unair jalur UTBK SNBT yakni 2.672 orang, Arsinta Pramita Putri menjadi maba termuda di kampus tersebut. Arsinta baru berusia 16 tahun 3 bulan.

Ia merupakan alumni Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Amanatul Ummah Pacet. Pada UTBK SNBT 2023, ia diterima di prodi S1 Keperawatan Unair.

Prodi bidang kesehatan merupakan impian Arsinta sejak dibangku sekolah yang akhirnya terwujud. Menurutnya, perjuangan untuk mendapatkan satu kursi di PTN tidaklah mudah sehingga ia sangat bersyukur dan tidak menyangka dapat lolos di seleksi SNBT 2023.

Baca Juga: Melalui Rumah Zakat, PT Pertamina Gas Serahkan Bantuan Usaha Pada Dua Kelompok Masyarakat di Sumut

Ia memilih prodi tersebut karena termotivasi oleh sang ibu yang bekerja sebagai staf di RSUD Dr, Soetomo Surabaya. Sebelumnya, Arsinta pun mengikuti jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), namun hasilnya gagal. Ia kemudian belajar secara giat supaya bisa lolos pada jalur SNBT.

Usianya yang masih 16 tahun saat dinyatakan lolos SNBT tersebut dikarenakan Arsinta merupakan siswa akselerasi. Ia lolos program akselerasi saat SMA.

Selama menjadi siswa akselerasi, ia sempat mengalami kesulitan dalam memahami mata pelajaran. Terkadang, ia merasa kelelahan saat belajar di dalam kelas namun ia tetap bekerja keras dan bertahan.

Baca Juga: Motif Penganiayaan, Pierro Gruno Tersinggung terhadap Gesture Korban : Lo Lihatin Gue Sinis

4. Muhammad Farouq Al-Farisi - Teknik Geologi Unpad
Muhammad Farouq Al-Farisi tercatat menjadi mahasiswa baru termuda yang tembus ke Universitas Padjajaran melalui jalur SNBP 2023. Peraih medali olimpiade sains ini baru berusia 15 tahun 5 bulan.

Farouq yang merupakan anak pertama pasangan Hadi Erwanto dan Lolawati ini mengaku, saat di jenjang SD dan SMP masuk di kelas Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI). Menjadi siswa di kelas khusus ini yang membuatnya bisa lulus lebih cepat.

Saat SMA, Farouq mengaku cukup sering mencari informasi berbagai lomba. Beberapa di antaranya berhasil meraih juara, antara lain medali emas olimpiade matematika Prisma Science Competition, medali perak olimpiade kimia Science Olympiad Training, medali perunggu olimpiade astronomi Divya Cahaya Prestasi.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Bung Karno Ternyata Punya Kakak Kandung Bernama Soekarmini, Ini Kesaksiannya

Alumni SMP Labschool UPI Cibiru ini mengaku sangat senang bisa diterima di Unpad, kampus impiannya sejak lama. Apalagi berhasil lulus ke program studi pilihannya, Teknik Geologi.

5. Rosa Eka Mufita Andriana - S1 Psikologi Unair
Pada SNBP 2023, Unair menerima sebanyak 1.835 siswa. Dari jumlah itu, ada sedikitnya lima siswa yang masuk dalam kategori mahasiswa termuda Unair dari jalur SNBP 2023. Salah satunya ialah Rosa Eka Mufita Andriana.

Siswa asal SMAN 1 Ngimbang, Lamongan ini lolos seleksi SNBP, pada Program Studi S1 Psikologi Unair yang tepat tiga hari usai hari ulang tahunnya yang ke-16. Ia menganggap bahwa pengumuman lolos SNBP 2023 ini adalah kado terindah di umur dia yang ke-16.

Baca Juga: Harta Kekayaan 4 Kandidat Cawapres, Orang Ini Terkaya dan Orang Itu 'Termiskin'

Menurut Rosa, Unair adalah salah satu kampus favorit yang menghasilkan alumni berprestasi dan mampu berkontribusi untuk negeri.

Untuk itu, ia tak menyangka bisa diterima di salah satu universitas terbaik di Indonesia yang memiliki keketatan tinggi seperti Unair.

Rosa juga menceritakan bahwa dirinya bisa menjadi salah satu mahasiswa termuda di Unair karena dia mengikuti kelas akselerasi yang membuatnya bisa lulus SMA dalam waktu dua tahun saja.

Proses itu tentu membuat Rosa tumbuh sebagai pribadi yang fokus dalam meningkatkan prestasi akademik.

Baca Juga: Koar-koar Hujat Bobby Nasution Tembak Mati Begal, Ditantang Survei Tengah Malam Pakai Motor Sendiri Berani?

6. Alvin Hongara -Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Unair
Nama Alvin Hongara asal Mataram kini menjadi buah bibir di kalangan civitas akademika Unair. Ini karena Alvin maba termuda angkatan 2023 dari jalur SNBT, dengan usia 16 tahun 6 bulan.

Alvin Mencatatkan dirinya sebagai maba Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga termuda.

Baca Juga: Bentuk Tanggung Jawab Atas Insiden Plumpang, Ini yang Dilakukan Pertamina

Alvin merupakan alumnus asal SMAN 5 Mataram Nusa Tenggara Barat ini memiliki keinginan untuk masuk ke jurusan tersebut karena adanya konten media sosial yang menunjukan prodi-prodi langka di Indonesia.

Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan serta Rekayasa Nanoteknologi UNAIR yang Alvin pilih memang menjadi jurusan satu-satunya di Indonesia.

Meski sebelumnya tak pernah mengenyam ilmu robotika, maba kelahiran Ambon itu bertekad akan bersungguh-sungguh berkuliah dan mempelajari keterampilan yang akan ia berikan pada masa perkuliahan.***

Baca Juga: Jika Terbukti di Pengadilan, Panji Gumilang Harus Ditendang dan Al Zaytun Bakal Diambil Alih Kemenag