POJOKSATU.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara terbuka mengungkap berbagai hambatan yang dihadapi proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menyebut proyek pengembangan kilang minyak tersebut sarat dengan drama dan persoalan yang dinilainya tidak sederhana.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat acara peresmian RDMP Balikpapan yang digelar pada Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Daftar Bansos Lewat Aplikasi Cek Bansos Wajib Unggah Foto KKS dan Rumah, Ini Penjelasan Lengkapnya
Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa proyek kilang Balikpapan sejatinya ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Mei 2024.
Namun, realisasi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana.
Salah satu faktor utama keterlambatan adalah insiden kebakaran yang terjadi di area proyek.
Baca Juga: Info Kepala BKN Terkait dengan Nasib Seleksi PPPK di Tahun 2026, Benarkah akan Dihentikan?
Peristiwa tersebut membuat proses penyelesaian kilang harus tertunda dari jadwal awal.
Namun, Bahlil mengisyaratkan bahwa hambatan tersebut tidak sepenuhnya murni sebagai kecelakaan teknis.
Dengan nada tegas, Bahlil mengaku mencurigai adanya unsur kesengajaan di balik insiden yang menghambat proyek tersebut.
Baca Juga: Geger! Prabowo Ngamuk di Depan Publik, Sindir Direksi BUMN 'Dablek'Minta Bonus Padahal Rugi
Ia menyebut, berbagai kendala yang muncul seolah menjadi penghalang bagi upaya pemerintah mewujudkan kedaulatan energi nasional.
“Proyek ini penuh dengan drama. Ada hambatan-hambatan yang menurut kami tidak biasa,” ujar Bahlil, dikutip pojoksatu.id dari Youtube sekretariat Presiden.
Meski demikian, Bahlil menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek RDMP Balikpapan secepat mungkin.
Baca Juga: Bukan Dibedakan! Ini Alasan Resmi KPM Terima BPNT Rp200 Ribu atau Rp400 Ribu
Ia berjanji kepada Presiden Prabowo akan menuntaskan seluruh persoalan yang ada, termasuk membersihkan oknum-oknum yang diduga sengaja menghambat jalannya proyek strategis tersebut.
Menurut Bahlil, kilang Balikpapan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Proyek RDMP ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang berupaya mengganggu proyek strategis nasional.
Bahlil menyebut, langkah tegas akan diambil demi memastikan kepentingan negara berada di atas kepentingan kelompok atau individu tertentu.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan perhatian serius terhadap penyampaian laporan tersebut.
Baca Juga: WASPADA! Kontrak PPPK Tuban Resmi Tidak Diperpanjang, Karena Pelanggaran Ini
Pengembangan kilang minyak menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Prabowo dalam mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi.
Bahlil berharap dengan dukungan penuh dari Presiden, proses penyelesaian RDMP Balikpapan dapat dipercepat dan segera memberikan manfaat nyata bagi negara.
Ia menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol kemandirian energi Indonesia.***




