POJOKSATU.id - Memasuki hari ke-5, relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, menembus ujung wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu 7 November 2025.
Melintasi kebun sawit membentang sepanjang perjalanan tim GAN menuju Desa Muara Opu dan Desa Simarlelan.
Dengan kondisi jalan yang berbatu dan berlumpur, membuat perjalanan sedikit terhambat dan serasa perut serasa dikocok.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks merah ini Gerakan Anak Negeri
Tiba di Simarlelan, tim kesehatan GAN yang dikomandoi, dr. Budi Suarman langsung disambut puluhan jemaat Gereja Pentakosta Indonesia (GPI).
Sayangnya, saat itu kegiatan pelayanan kesehatan belum bisa dilakukan, sebab berbarengan dengan kegiatan ibadah di gereja.
Di lokasi tersebut, terdapat 900 kepala keluarga, yang tersebar diberbagai titik.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks merah ini Gerakan Anak Negeri
Di mana, setiap titik hanya tedapat sekitar 20-30 kepala keluarga.
Januari, salah seorang tokoh setempat mengatakan, sejak bencana terjadi belum ada bantuan yang datang di lokasi tersebut.
Menurutnya, relawan GAN merupakan yang pertama yang memberikan layanan kesehatan pasca bencana.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks merah ini Gerakan Anak Negeri
"Kita belum ada bantuan dari siapapun. Kita bersyukur bisa terbantu dan diberikan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Di tempat yang sama, warga Simarlelan lainnya, Jeseica menambahkan, kondisi warganya sudah berangsu membaik, pasca bencana banjir pada Selasa (25/11/2025), lalu.
Saat ini warga sudah mulai menjalankan aktivitasnya masing-masing.
Hanya saja, saat ini warga kesulitan air bersih, lantaran mesin sedot airnya rusak akibat tertimpa lumpur dan genangan air.
"Untuk minum kita beli air kemasan. Kalau untuk nyuci dan mandi terpaksa pakai air sungai yang keruh ini," ucap dia.
Ia berharap kondisi ini bisa cepat pulih. Apalagi, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju pasar.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks merah ini Gerakan Anak Negeri
Sementara itu, koordinator tim Kesehatan GAN, dr Budi Suarman mengatakan, di lokasi tersebut, pihaknya berhasil memeriksa sebanyak 52 orang dari berbagai lantar usia.
"Untuk anak-anak, banyak yang mengalami demam, batuk dan gatal-gatal. Adapun untuk yang dewasa banyak yang mengeluhkan sakit kepala," pungkasnya.***




