POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ada yang menarik dari pernyataan Wakil Bupati (Wabup) H. Aming kepada Dedi Mulyadi di akhir tahun 2022 lalu, yaitu dirinya hanya terima gaji selama 3 bulan pertama selanjutnya tidak pernah mendapatkan gaji dari jabatannya sebagai Wabup karena SK nya di ‘sekolahkan’ ke Bank (Digadaikan untuk meminjam uang).
Yang patut ditelisik, pernyataan Aming yang juga ketua PAN Purwakarta ini, yaitu, bahwa SK disekolahkan ke Bank untuk menutupi devisit anggaran Pemda Purwakarta, alangkah mulianya Wabup ini meminjamkan SK nya untuk menutupi devisit.
Lalu anggaran buat membayar apa sehingga sangat mendesak seperti itu, bila untuk pihak ketiga kemungkinan kecil sekali karena bisa ditangguhkan beberapa saat, sampai Kas Daerahnya terisi kembali.
Karena, ada kejadian di tahun 2023 ini masalah pembayaran kepada pihak ketiga. Seharusnya Pemda membayar ke pihak ketiga di akhir tahun 2022, tapi pada kenyataanya dibayar di awal tahun 2023 bahkan hingga menjelang akhir bulan Februari tahun ini.
Jadi, alasan peminjaman SK Wabup untuk disekolahkan ke Bank menutupi devisit APBD sebenarnya untuk membayar apa? Ini yang tengah ditelusuri oleh pojoksatu.id, karena ada informasi berkaitan dengan dana hibah kepada siapa?
“Gaji wakil bupatinya hanya 3 Bulan Pak, menerima gaji itu,” kata H. Aming, dalam akun youtube kang Dedi Mulyadi pada awal Desember tahun 2022 lalu.
Baca Juga : Dedi Mulyadi Dapat Pesan Menohok Dari Nenek Tua Ini, Soal Jodoh Hingga Masa Tua
Tentu saja pernyataan Wabup itu membuat Dedi Mulyadi terkejut, kemudian menanyakan gaji selanjutnya (kesananya) kemana gaji Wabup tersebut.
“Dulukan ada masalah yang urgent, masalah yang di pemerintahan, susah uang mungkin (Devisit maksudnya), kita baru meniti karier menjadi wakil bupati dan bupati. Karna ada masalah itu tadi, akhirnya karena ga punya uang, ya sudah SK saya saja pinjam. Setelah beres masalah ini, ada uang ada rejeki minta dikembaliin,” kata Aming, menjelaskan kepada Dedi Mulyadi.
Untuk menutupi permasalahan tersebut, akhirnya gaji dan tunjangan wakil bupati habis untuk setor ke Bank. Praktis hingga saat ini, cicilan ke bank tersebut masih ditanggung oleh Aming.
Mentikapi hal itu, pojoksatu.id berusaha menghubungi Wakil Bupati Purwakarta melalui selullernya, Aming berjanji akan menceritakan semuanya permasalahan tersebut kepada pojoksatu.id. Namun dirinya meminta waktu terlebih dahulu, karena padatnya jadwal kegiatan yang sudah diagendakan.
“Kanggo jadwal ketemu wawancarana, kin di kabaran pa ( untuk jadwal bertemu wawancaranya, nanti dikasih kabar pa),” kata H. Aming, melalui sambungan seluller, Kamis (02/03).
Selain itu, pojoksatu.id juga berusaha menghimpun data terkait masalah SK Wabup yang disekolahkan ke Bank tersebut. Karena diduga, sedikitnya ada 4 orang pejabat tinggi yang berperan, hingga Wabup mau menyerahkan SK nya untuk di ke Bank kan demi untuk menutupi permasalahan (Kemungkinan Devisit) di Pemda Purwakarta tersebut. (Ade Winanto / pojoksatu)




