POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Salah satu buku yang menarik untuk dibaca tentang pemikiran – pemikiran presiden RI yang pertama, yaitu buku berjudul Dibawah Bendera Revolusi yang di terbitkan lebih dari setengah abad yang lalu.
Buku Dibawah Bendera Revolusi jidil cetakan pertama diterbitkan pada tahun 1959, kemudian diterbitkan kembali cetakan ke dua dan cetakan ke tiga di terbitkan pada tahun 1964.
Dari cetakan ke tiga 1964 hingga saat ini 2023, buku tersebut sudah berusia 59 tahun atau setengah abad lebih. Isi dari buku yang merupakan pemikiran-pemikiran presiden pertama negeri ini sangat menarik untuk di baca.
Dibawah Bendera Revolusi berisi pemikiran dan pidato Sang Proklamator, Presiden pertama kita Ir. Soekarno. Buku yang merupakan edisi pertama cetakan tahun 1964 ini menghimpun tulisan-tulisan Bung Karno dalam masa revolusi menuju Indonesia merdeka.
Dalam tulisannya berjudul Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme, terlihat tiga konsep yang mewarnai gaya kepemimpinannya sebelum akhirnya lengser setelah peristiwa Gestapo.
Dengan nasionalisme, Bung Karno mencoba membangkitkan kebanggaan akan sebuah bangsa yang besar dengan cita cita tinggi. Islamisme ditandai dengan kesadaran menggali Islam yang sebenarnya. Sedangkan Marxisme dipandang sebagai energi yang mampu melawan kapitalisme yang menjadi motor kolonialisme saat itu.
Buku ini setebal 627 halaman, ditulis dengan kertas yang cukup tebal. Sehingga buku ini terlihat sangat tebal, kemudian sampul berwarna gelap cukuptebal dengan tulisan judul Dibawah Bendera Revolusi menggunakan tinta emas.
Salah satu kesulitan membaca buku Dibawah Bendera Revolusi ini ejaan dalam tulisan masih menggunakan ejaan jadul atau ejaan yang beelum disempurnakan, sehingga membacanya harus pelan-pelan agar bisa dimengerti secara sempurna.
Adapun untuk penerbitan buku Dibawah Bendera Revolusi sendiri melibatkan panitia untuk mencetaknya, adapun untuk cetakan ke tiga (Januari 1964) jilid pertama salah satu panitianya bernama H. Mualiff Nasution. (Agung/pojoksatu)




