POJOKSATU.id, JAKARTA-- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengaku belum tahu informasi siswa SD inisial YBS yang bundir di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Abdul Mu’ti menyebut dirinya akan melakukan penyelidikan atas kasus ini baik mengenai penyebab dan lain sebagainya.

Kasus bundir siswa kelas IV SD ini terjadi pada Kamis (29/1) lalu.

“Nanti coba kita selidiki ya. Saya belum tahu informasinya,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Gus Ipul Tanggapi Kasus Bundir Siswa Kelas IV SD di NTT yang Dipicu Tak Mampu Beli Buku

Sementara itu ditanya mengenai tragedi tersebut menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, Mu’ti hanya menegaskan akan menyelidiki penyebabnya.

“Saya belum tahu. Nanti kita selidiki lagi ya penyebabnya apa dan sebagainya,” ucapnya.

Terpisah, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan atas tragedi tersebut.

Ia menegaskan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah.

Baca Juga: Siswa SD Bundir Tak Mampu Beli Buku, Tinggal Bersama Nenek, Tulis Sepucuk Surat Buat Ibu yang Janda

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh Muslim di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2).

“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, ya tentu bersama pemerintah daerah,” ujarnya.

Mensos menekankan pentingnya penguatan pendampingan sosial di lapangan, khususnya bagi keluarga miskin dan rentan.

Ia juga menyoroti perlunya pembenahan data agar tidak ada warga yang luput dari jangkauan program perlindungan sosial pemerintah.

“Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” tegasnya.***