POJOKSATU.ID- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali menegaskan pesan Presiden Joko Widodo terkait revitalisasi masjid di Indonesia menjelang Pilpres 2024.
Pesan presiden yang disampaikan Menag Yaqut itu ada dua, pertama masjid bukan hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan saja, tapi juga pusat kegiatan sosial, dan ekonomi.
"Presiden menegaskan dua pesan tentang kegunaan masjid," kata Menag Yaqut kepada wartawan, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: Intip Deretan 6 Klub yang Lolos 16 Besar Liga Champions 2023-2024, yang Mana Jagoanmu?
Pesan kedua, kata dia, masjid tidak boleh digunakan tempat berpolitik praktis. Hal itu dicontohkan Menag saat Nabi Muhammad SAW mendirikan Masjid Quba di Madinah.
Masjid Quba ini dibangun untuk mendorong kemajuan peradaban kota Madinah pada masa itu.
"Kota Madinah ini maju karena kontrak sosial atau konstitusi yang lahir berkat perundingan-perundingan untuk kemaslahatan umat yang dibahas di masjid," ungkapnya.
Karena itu, pria yang akrab disapa Gus Yaqut menuturkan, semestinya kalau ingin berpolitik di masjid maka harus mencontoh apa yang dilakukan pada masa Nabi.
Di mana kala itu, ketika Nabi berbicara politik di dalam masjid. Utusan Allah itu hanya membicarakan politik untuk persatuan umat dan tidak terkait dengan perbedaan kepentingan atau biasa disebut high politics.
"Dulu Nabi Muhammad SAW di masjid melakukan politik keumatan atau istilahnya sekarang high politics, tidak terkait dengan perbedaan kepentingan, dan justru sebaliknya mempersatukan perbedaan dari berbagai kabilah di sana," tegasnya.
Baca Juga: Sinopsis Film Our Song, Kisah Persahabatan Pemusik dan Bintang Pop Terkenal
Ia kemudian mengajak kepada seluruh pengurus masjid agar memperhatikan penggunaan masjid, yang sejatinya tidak bisa layak digunakan politik praktis.
"Sebagai pengurus BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) kita harus menjaga masjid agar tidak digunakan sebagai tempat berpolitik praktis," tandasnya. ***



