POJOKSATU.id - Perkembangan teknologi tidak hanya memudahkan dalam berkomunikasi, tapi juga membuka banyak lapangan kerja baru. Namun, diperlukan beberapa skill agar dapat merebut peluang pekerjaan di era digital.
Dosen STMIK Jayakarta, Dr Verdi Yasin mengungkapkan, pekerjaan paling dicari di tahun 2023 seperti cloud architect, devops engineer, programe alayst, product manager, AI engineer, data scientist serta software engineer.
"Dengan munculnya pekerjaan baru, jangan takut. Kita harus hadapi dengan terus berdoa, bertawakal, berikhtiar, perbaiki attitude, memulai atau mencoba pekerjaan dari proyek terkecil sampai besar, serta tingkatkan interpersonal skill," kata Verdi dalam seminar online Ngobrol Bareng Legislator bertajuk 'Tren Pekerjaan di Dunia Digital', Selasa (23/5).
Sementara Senior Strategic Partnership dan Affiliates, Alliyah Bening Safitri menjelaskan, tren pekerjaan saat ini memilki dampak positif dan negatif.
Dia mengungkapkan, dampak positif yang ditimbulkan seperti meningkatkan produktivitas dan kolaborasi, meningkatkan customer experience, perusahaan mampu bersaing secara efektif, meningkatkan inovasi dan kreativitas, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas bisnis.
Sementara dampak negatifnya yaitu menumbuhkan sikap anti sosial, pelanggaran hak cipta, rendahnya ketersediaan lapangan pekerjaan karena sumber daya manusia telah digantikan teknologi digital, hingga munculnya hoaks serta penipuan digital.
"Tren pekerjaan di dunia digital akan selalu berubah seiring berjalannya waktu. Maka dari itu, untuk tetap bisa mengikuti perubahan yang terjadi diperlukan kemampuan beradaptasi yang cepat dan juga perlunya meningkatkan soft-skill dan hard-skill," jelasnya.
Anggota Komisi I DPR RI, Drs Utut Adianto mengungkapkan bahwa tren merupakan sesuati yang akan datang ke masa depan.
"Untuk itu kita harus siap-siap dalam menghadapi maraknya pekerjaan baru yang muncul di dunia digital. Saat ini, peluang sudah semakin banyak dan tantangannya pun akan semakin meningkat pula. Anak muda merupakan garda terdepan yang dapat memberikan berubahan yang diharapkan dapat memajukan perekonomian bangsa," katanya.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun terus berkomitmen memberi perhatian informasi digiral yang menjadi kemampuan digital di tingkat dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Ini kami lakukan agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital," jelas Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan.
(Rishad Noviansyah)



