POJOKSATU.ID - Airlangga Hartarto menggemparkan publik, dengan mengumumkan jika dirinya mundur sebagai Ketua Umum (Ketum) Golkar. Keputusannya ini memberikan ragam spekulasi bagi masa depan Golkar.

Padahal, partai berlambang Pohon Beringin ini akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada Desember mendatang.

Usai resmi menyatakan mundur sebagai Ketum Golkar sejak Sabtu (10/8) malam, begini sepak terjang Airlangga Hatarto dalam dunia politik di Indonesia.

Baca Juga: LANGKAH PENTING Validasi Jurnal Pembelajaran PPG Guru Tertentu, Bu Nunuk Sebut Waktunya 7 Hari, Begini Cara Lolos Validasi

Profil Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 1 Oktober 1962. Meski begitu, ia menghabiskan pendidikannya di Jakarta.

Airlangga tercatat lulus dari SMA Kolese Kanisius Jakarta pada tahun 1981. Lalu ia mengambil jurusan Teknik Mesin di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada tahun 1987.

Selanjutnya ia menamatkan pendidikannya itu ke AMP Wharton School di Universitas Pennsylvania di Philadelphia, Amerika Serikat, dan tamat pada tahun 1993.

Baca Juga: Agung Laksono Beberkan Anak Politisi Senior Ginandjar Kartasasmita Potensial Jadi Plt Ketum Golkar

Airlangga Hartarto mendapat gelar MBA dari Universitas Monash, Australia pada tahun 1996, dan Master of Management Technology dari Universitas Melbourne pada tahun 1997.

Semasa sekolah ia aktif di organisasi seperti Osis hingga menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Airlangga Hartarto kemudian menerima gelar Honorary Doctorate in Development Policy dari The Korea Development Institute (KDI) School of Public Policy and Management di Korea Selatan pada tahun 2019.

Selanjutnya, ia juga menerima gelar Doctor Honoris Caussa di bidang Manajemen Olahraga dari Universitas Negeri Semarang pada tahun 2020.

Baca Juga: Kemenag Raih Penghargaan sebagai Most Popular Government Institution 2024 di Ajang 5th Indonesia PR Summit

Anak Menteri era Orde Baru
Airlangga Hartarto merupakan putra dari seorang menteri di era Orde Baru. Ayahnya bernama Ir Hartarto pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV periode 1983-1988.

Serta, pada tahun 1988-1993 di Kabinet Pembangunan V. Selanjutnya menjadi Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi pada Kabinet Pembangunan VI pada tahun 1993-1998.

Perjalanan Politik Airlangga
Karir politik Airlangga naik sejak ia menjadi Wakil Bendahara DPP Partai Golkar pada periode 2004-2009. Saat itu, partai berlambang pohon beringin itu dipimpin oleh Jusuf Kalla, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden.

Baca Juga: Alana Super Kids: Program Akhir Pekan yang Seru dan Edukatif untuk Keluarga di The Alana Sentul

Jabatan itulah yang menjadikan Airlannga masuk dalam jajaran elite Partai Golkar.

Pada tahun 2006-2009, Airlangga menjadi anggota DPR RI yang bertugas di Komisi VII, membidangi energi, lingkungan hidup, dan ristek.

Airlangga terpilih menjadi Ketua DPP Partai Golkar, pada tahun 2009-2015. Ia juga terpilih kembali sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014, sebagai ketua Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi, dan BUMN.

Baca Juga: Diadopsi Para Nasionalis, Begini Terjadinya Nama Indonesia, Bukan Nusantara Atau Indische

Di tahun 2016, Airlangga tercatat sempat mengemban tugas sebagai Menteri Perindustrian periode 2016-2019 dalam Kabinet Kerja Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo.

Selanjutnya, pada tahun 2019, Airlangga Hartarto terpilih menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang dilantik sejak 23 Oktober 2019 dan menjabat hingga sekarang.

Airlangga Hartarto menjabat sebagai Ketum Golkar sejak tahun 2019 lalu, dengan masa jabatan lima tahun hingga 2024. Diketahui Golkar akan Munas pada Desember mendatang.

Belum sempat Munas, Airlangga memutuskan mundur sebagai Ketum Golkar. ***