POJOKSATU.id, JAKARTA – Bendahara Umum PDI Perjuangan (PDIP), Olly Dondokambey, menegaskan Ketum Megawati Soekarnoputri memilih Pramono Anung-Rano Karno maju Pilkada Jakarta 2024.

Dengan kesediaan Pramono Anung ini maka pupus sudah harapan Anies Baswedan mantan Gubernur Jakarta 2017-2022 untuk maju Pilkada Jakarta 2024 dari PDIP.

Bendahara Umum PDI Perjuangan, Olly Dondokambey, kepada wartawan, Selasa (27/8/2024) menegaskan bahwa Mantan Sekjen PDIP, Pramono Anung, telah menyatakan kesediaannya maju Pilgub Jakarta 2024 saat bertemu Megawati.

Pramono akan dipasangkan dengan Rano Karno si Doel Anak Betawi di Pilgub Jakarta 2024.

Baca Juga: Adian Napitupulu Klarifikasi Unggahan Anies dan Wanda Hamidah Siap Masuk Kandang Banteng

"Memang kemarin Pak Pramono dipanggil oleh Ibu Megawati dan diminta untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta,” kata Olly.

“Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, Pak Pramono akhirnya memutuskan untuk bersedia maju," kata Olly Dodokambey.

Olly menjelaskan dalam pertemuan tersebut, Megawati meminta Pramono Anung untuk maju sebagai bakal calon gubernur bersama Rano Karno pada Pilgub Jakarta 2024.

Pramono kemudian menghubungi berbagai pihak, termasuk keluarganya, untuk mendapatkan pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan untuk maju.

Baca Juga: GOKIL! Ini Prediksi Skor Borneo FC vs Bali United dalam BRI Liga 1 , Siapa yang Mampu Jaga Tren Kemenangan di Musim ini?

Istri Pramono Anung juga mendukung keputusannya ini.

"Pak Pramono kemudian kembali ke Ibu Megawati dan melaporkan bahwa dia siap untuk menjadi calon gubernur,” tegas Olly.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebut batalnya Anies diusung PDIP karena belum ada orang yang mampu meyakinkan Megawati.

Menurut Burhanuddin, ada dua faktor yang bisa dilihat dari persoalan Anies dengan PDIP.

Pertama kalkulasi politik praktis dan kedua dilihat dari alasan ideologis.

Baca Juga: Astra Honda Tambah Wajah Indonesia di MotoGP Aragon

Kata Burhanuddin, kalau alasan politis maka kemungkinan besar Anies yang diusung sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta oleh PDIP.

Kalau alasannya adalah ideologis, Burhanuddin melihat berat, karena sejauh ini ada jarak antara Anies dengan PDIP.

Burhanuddin yakin soal Anies Baswedan itu juga karena belum ada yang mampu meyakinkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Dan kemungkinan PDIP akan mengusung calon sendiri di Jakarta.

“Kalau alasan idologi ya itu calon dari kader sendiri,” katanya saat acara salah satu stasiun televisi nasional, Selasa (27/8). ***