POJOKSATU.id - Perkembangan media sosial membawa banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan tantangan baru, terutama bagi kalangan remaja.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam forum "Remaja Bertanya Ulama Menjawab" pada ajang MAESTRO SUMMIT 2026 dan Rakornas LSBPI-MUI.

Dalam forum tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun kesadaran digital agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara bijak dan tidak mudah terjebak dalam berbagai bentuk manipulasi di dunia maya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Buka KUII VIII, 87 Organisasi Islam Siap Bahas Isu Strategis Bangsa

Salah satu isu yang dibahas adalah bagaimana ruang digital dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pendekatan tidak sehat kepada anak muda, termasuk melalui pola grooming digital.

Grooming digital merupakan tindakan ketika seseorang membangun kedekatan secara daring dengan tujuan memengaruhi, memanipulasi, atau mengeksploitasi korban.

Pola ini dapat terjadi melalui berbagai platform komunikasi, sehingga pengawasan dan pendampingan keluarga menjadi hal yang sangat penting.

Baca Juga: Gusi Sering Berdarah Jangan Diabaikan, Peneliti UI Kembangkan Minyak Nilam untuk Bantu Atasi Periodontitis

Para peserta forum juga menyoroti fenomena krisis pengasuhan atau kurangnya keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak sebagai salah satu faktor yang dapat membuat sebagian remaja mencari tempat bercerita di ruang digital tanpa pendampingan yang cukup.

Karena itu, keluarga dinilai memiliki peran besar sebagai tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan perhatian, perlindungan, dan ruang komunikasi yang sehat.

Dalam perspektif keagamaan yang disampaikan dalam forum tersebut, masyarakat diajak memperkuat nilai-nilai keluarga, menjaga prinsip kehidupan sesuai ajaran agama, serta menghadirkan pendampingan yang penuh kepedulian bagi generasi muda.

Baca Juga: Sakit Jantung

Selain itu, literasi digital menjadi langkah penting agar remaja mampu mengenali risiko di internet, memilah informasi, menjaga privasi, dan memahami batasan dalam membangun interaksi secara daring.

Penggunaan teknologi yang sehat bukan berarti menjauhkan diri dari media sosial, melainkan membangun kemampuan untuk memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

Upaya pencegahan juga perlu dilakukan melalui komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.

Baca Juga: Terungkap, Ini Yang Dikatakan Messi ke Lamine Yamal Usai Final Piala Dunia 2026

Remaja membutuhkan lingkungan yang membuat mereka nyaman bercerita tanpa takut dihakimi, sehingga masalah dapat diselesaikan dengan pendampingan yang tepat.

Melalui MAESTRO SUMMIT 2026, pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya kolaborasi antara keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan tokoh agama dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi generasi muda.

Di tengah derasnya arus informasi, menjaga generasi muda bukan hanya tentang membatasi akses teknologi, tetapi juga membangun kepercayaan, komunikasi, dan kepedulian.

Baca Juga: FIFA Turun Tangan, Timnas Argentina Terancam Kehilangan Status Runner Up Piala Dunia 2026

Dunia digital akan terus berkembang, namun keluarga dan nilai-nilai kebaikan tetap menjadi tempat berpijak agar anak muda mampu melangkah dengan bijak.***